IMG-20170907-WA0016 RAGAM  Kemarau, Nyamuk Serang Warga Tanjungsukur Banjar 

Gapura Kota Banjar ,-  Musim kemarau yang kini melanda Kota Banjar sejak tiga bulan terakhir, membuat warga Lingkung Tanjungsukur Blok Cibeureum RT 1/14, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, resah. Pasalnya dalam dua bulan terakhir ini, warga mengaku sangat resah dengan munculnya banyak nyamuk di lingkungannya. 

Nyamuk-nyamuk tersebut bukan hanya ribuan jumlahnya, melainkan jutaan dan menempel di dinding-dinding atau barang -barang yang ada di rumah warga. 

Dalija (50) tokoh masyarakat setempat mengatakan, bahwa dirinya mengaku sangat risih dengan munculnya jutaan nyamuk yang menempel di dinding rumah miliknya. Meski sering disemprot dengan pembasmi serangga, namun nyamuk-nyamuk tersebut tetap saja ada.

“Jika selesai disemprot dengan pembasmi serangga, nyamuk-nyamuk yang mati bisa satu pisin (piring kecil) kalau dikumpulkan, dan ini disiang hari apalagi kalau malam hari nyamuknya bisa lebih banyak” ujarnya Kamis (7/9/2017).

Nana (55) warga lainnya juga menuturkan hal yang sama adanya wabah nyamuk ini, sudah dua orang warga yang terserang DBD, dan kini masih dirawat du RSUD Banjar.

“sudah dua orang terkena DBD,” katanya.

Sementara itu, Engkos Koswara (45) Ketua RW setempat membenarkan, bahwa di lingkungannya tengah “diserang” fenomena serangan nyamuk. Menurutnya, di lingkungannya baru pertama kali mengalami fenomena seperti ini.

“Selama tinggal di lingkungan ini, baru sekarang kami mengalami fenomena seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Selain banyaknya nyamuk yang menyerang lingkungannya, menurutnya masih banyak bahkan jutaan jentik nyamuk hidup di selokan yang airnya tidak mengalir.

“Banyaknya jentik nyamuk di selokan ini akibat musim kemarau sejak tiga bulan yang lalu, kami dari warga pun pernah meminta kepada pihak instansi terkait untuk di fogging, namun hingga kini belum direalisasi,” terangnya.

Warga pun pernah menaburkan kapur barus ke selokan yang banyak jentik nyamuknya tersebut, namun bukannya hilang, malah jentik nyamuk tersebut tambah banyak.

“Terakhir difogging pada tahun 2016 lalu, diduga kuat nyamuk-nyamuk yang menyerang lingkungan datangnya dari sini (selokan),” tuturnya.

Ia pun rencananya besok, Jum’at (8/9/2017), akan melakukan bersih-bersih selokan tersebut bersama warga.***Hermanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang