Gapura Garut ,-  Sejumlah aktivis Aliansi Cimanuk  kembali akan menggelar kegiatan dalam kerangka penyadaran publik tentang upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang Cimanuk.

Kegiatan kali ini berupa panggung nyanyian cinta dengan tema “Cimanuk Ngageuing Nyaah Ka Garut” yang akan digelar  20 Oktober 2016 di lapangan Basker Gelora Terbuka Merdeka Kherkhof Kecamatan Tarogong Kidul Garut.

 Menurut Wa Ratno selaku koordinator Aliansi Cimanuk acara tersebut dimaksudkan dengan tujuan pertama sebagai Taruma healing untuk para korban.

“Sehingga secara sikologis mereka dapat terbebas dari trauma bencana, kedua merupakan apresiasi rasa terimakasih kepada semua relawan dan stakeholders yang telah dengan sukarela, ikhlas memberi bantuan kemanusiaan terhadap para korban terdampak,” Kata Wa Retno, Selasa (18/10/2016).

Wa Retno menegaskan semua sumbangsih yang telah diberikan berbagai pihak secara bersama-sama dapat meringankan beban mereka para korban banjir.

“Tujuan lainnya adalah sebagai wahana penyampaian resolusi Cimanuk dengan isi kebulatan tekad yang berisikan seruan dan tuntutan terhadap Pemerintah untuk serius dan tanggap terhadap masalah masalah pembangunan yang meliputi aspek politik lingkungan, penegakan hukum, kearipan lokal, ekonomi, edukasi terlebih kebijakan didalam memahami lingkungan,”Tuturnya.

Selebihnya lanjut Wa Retno semua tahu bahwa bencana banjir sungai Cimanuk merupakan bagian dari tereliminasinya masalah lingkungan dari kebijakan pembangunan selama ini.

“Padahal dewasa ini kita sedang menghadapi darurat lingkungan.Kita harus terus sadarkan dengan berbagai cara,”sebutnya.

Dalam acara tersebut akan dihadiri persatuan Artis dari PAPPRI.

Mereka akan bersama sama menyampaikab himbauan dan ajakan kepada seluruh stakeholders baik komunitas dan lembaga yang ada agar nyaah KA Garut.

Makanya Moment tersebut tambah Wa Retno sekaligus ajang melouncing tagline Nyaah Ka Garut.

Sementara itu Memet Rahmat salah seorang musisi seniman Garut  yang menjadi pelaksana acara tersebut menegaskan  rangkaian acara dimulai jam 9 pagi dengan diawali musik tradisional dan gelar budaya.

“Endingnya ada  tausyah oleh KH. Toto Thantowi, pembacaan resolusi, simbolik penanaman pohon, simbolik bersih lingkungan, simbolik kadedeuh untuk korban dan penampilan Artis PAPPRI,” ungkapnya.

Memet menyebutkan dari PAPPRI akan hadir antaranya Doel Sumbang, Trio Bimbo, Hijau Daun, Ega Percusion, Vokalis Republik dan sederet artis PAPPRI lainnya.***Rezatanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com