Gapura Garut ,- Berbagai bentuk intimidasi baik dari aparat pemerintah, atau orang-orang berpengaruh lainnya dalam setiap pelaksanaan pemungutan suara di Kabupaten Garut, Jawa Barat, lumrah terjadi.

Menurut Komisioner Panwaslu Garut Asep Nurjaman, pihaknya sering mendapatkan laporan  hal tersebut hampir dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu). “Pada pilkada dan pileg beberapa waktu lalu, hal tersebut (intimidasi) kerap terjadi. Bukan tidak mungkin pada pilpres sekarang pun bisa saja terjadi,” kata Asep, Rabu (9/7/2014).

Bentuk intimidasi ini, lanjut Asep, bisa berupa adanya tekanan atau ajakan dari aparat pemerintah. Mereka mengajak atau menekan keluarganya atau masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon peserta pemilu tertentu.

“Pada beberapa kasus tedahulu misalnya, kami sering menerima keluhan masyarakat akan adanya tekanan dari kepala desa atau pejabat pemerintah pada sebuah intansi lain. Intinya mengajak dan menekan bawahan, keluarga, serta masyarakat untuk mendukung,” ungkapnya.

Selain intimidasi, bentuk kecurangan dalam pemilu pun kerap ditemukan. Beberapa diantaranya adalah kecurangan berupa politik uang, hingga penggelembungan suara.

“Kalau ada masyarakat yang menemukan indikasi seperti ini, masyarakat bisa melapor ke Panwascam dan petugas PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) terdekat. Kami sudah mengerahkan sebanyak 1.284 petugas PPL ke seluruh kecamatan di Garut,” Tuturnya.***TG

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang