Gapura Garut,- Terkait dengan pembentukan  Daerah Otonomi Baru (DOB) yang segera di bentuk, masyarakat Presidium Garut Selatan akan melakukan penertiban terhadap seluruh kegiatan investasi di wilayah tersebut.
Menurut Pimpinan Presidium Garut Selatan Dedi Kurniawan, pihaknya memiliki tiga poin dalam upaya penertiban ini, salah satunya adalah meminta Bupati Garut Rudy Gunawan segera menutup rencana tambak udang di kecamatan Cikelet.
“Jika Bupati tidak segera menghentikannya, kami  akan mempidanakannya karena melanggar Perda (Peraturan Daerah)Tata Ruang dan Perda Pengelolaan Wilayah Pesisir,” kata Dedi, Kamis (25/9/2014).
Pada poin berikutnya, pihak Presidium Garut Selatan berencana untuk mengukur ulang Hak Guna Usaha (HGU)  PTPN VIII PT Condong. Pengukuran dilakukan untuk menghindari polemik di masyarakat.
“Mudah-mudahan, pengukuran ulang ini dapat menjadi solusui bagi masyarakat dan perusahaan ke depannya,” ujarnya.
Dedi juga menegaskan bahwa Bupati Garut Rudy Gunawan segera melakukan peninjauan ulang seluruh kegiatan tambang seperti yang dilakukan PT Aneka Tambang (Antam), pasir besi, dan lainnya.
Dedi menilai, kebijakan pertambangan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut selama ini bertentangan dengan rencana pembangunan Garut Selatan.
“Kebijakan terkait aktivitas tambang harus dilihat kembali. Jangan sampai berbenturan dan bertentangan dengan rencana pembangunan Garut Selatan. Pemkab Garut saat ini wajib melakukannya,” ucapnya.
Seperti diketahui, Kabupaten Garut Selatan masuk ke dalam daftar 65 DOB di seluruh Indonesia. Pada periode kali ini, hanya 20 DOB yang disahkan.
Pemerintah dan DPR sepakat akan memprioritaskan daerah yang memenuhi syarat dan daerah perbatasan geologis serta geostrategis.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang