Gapura Garut,– Pemerintah kabupaten Garut, Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan berbagai langkah-langkah terkait segera terjadinya peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan yang mulai terlihat dalam bebera hari terakhir ini.

Biasanya beberapa peyakit yang mudah menjangkiti warga dalam peralihan musim ini adalah Demam Berdarah (DBD)  dan penyakit Cikungunya.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) dinas Kesehatan Kabupaten Garut,  Tatang, mengatakan potensi mewabahnya penyakit  DBD dan Cikunguya sangat tinggi terutama dimusim hujan nanti.

“Pihak kami telah melakukan upaya antisipatip, setidaknya dengan membuat surat edaran Bupati Garut untuk didistribusikan kepada para Camat dan intansi terkiat lainnya agar melakukan langkah langkah atau gerakan dimasyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk misalnya dan bentuk-bentul lainya yang berkaitan”, Kata Tatang Rabu (22/10/2014).

Tatang mencatat beberapa wilayah yang menjadi titik rawan mewabahnya penyakit  DBD di Kabupaten Garut biasanya berada di tiga titik masing-masing berada diwilayah kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul dan Tarogong Kaler.

“semntara untuk penyebaran wabah penyakit Cikungunya tersebar diberbgai daerah, dan untuk tahun 2014 ini, pihak kami mencatat hampir sepanjang tahun telah terjadi di enam kecamatan,  baik diwilayah Garut utara, Tengah dan Garut Selatan, cukup merata penyebarannya”. Tuturnya.

Tatang menambahkan dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah telah mengintruksikan kepada setiap Puskesmas untuk meningkatkan kegiatan penyuluhan dan melakukan survei yang terus menerus di masyarakat.

“Intinya kami menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungannya masing masing agar  terbebas dari potensi penyakit DBD dan Cikungunya yang bisa menyarang siapa saja serta  kapan saja dimusim peralihan cuaca ini”Pungkasnya.***Irwan Rudiawan

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang