Gapura Kota Banjar – Aksi unjukrasa yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Jawa Barat, diwarnai aksi penyanderaan mobil berplat merah bernopol Z 153 X yang dikemudikan oleh Kustiawan selaku Kepala bidang Anggaran di DKAD kota Banjar, Selasa (18/11/2014). Meski tak lama, namun aksi penyanderaan itu sempat memacetkan arus lalu lintas.

Para mahasiswa tersebut menggiring mobil pemkot itu untuk ikut mengantarkan mereka berdemo di kantor Setda Banjar. Ditengah perjalanan, para pendemo tersebut mendapatkan kembali mobil berplat merah, kali ini adalah mobil dinas kelurahan Hegarsari kota Banjar. Mobil tersebut dipaksa memutar balik dan ikut mengantarkan para pendemo ini ke kantor setda.

Kustiawan, selaku kabid Anggaran di DKAD kota Banjar mengatakan bahwa dirinya ketika itu akan berangkat ke kantor setelah pulang pada jam istirahat kantor, namun ia terjebak ditengah-tengah para demonstran.

“Saya kaget sekali, namun saya menuruti saja apa kata mereka, daripada mobil dirusak,”Ungkapnya.

Dalam aksi demo di depan kantor Setda Pemkot Banjar tersebut, mobil dinas Kabid Anggaran  sempat dinaiki seorang pendemo untuk berorasi, hingga  mengakibatkan atap mobil tersebut penyok.

Demopun sempat berlangsung diwarnai kericuhan namun beruntung tidak terus berlanjut. Akhirnya mereda setelah pihak kepolisian meminta maaf kepada para pendemo atas geseken yang sempat terjadi antara pihak keamanan dan para demonstran.

Sebelumnya, aksi para mahasiswa itu sempat memblokir jalan raya yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah, dan sempat berorasi di depan sebuah SPBU. Sontak saja membuat warga dan karyawan SPBU dibuat panik oleh kehadiran aksi tersebut.

“Saya merasa  kaget dengan demo tersebut, karena telah memblokir jalan hingga mengalami kemacetan,”Kata  Jimmy salah seorang warga sekitar.

Namun aksi tidak berlangsung dengan pengrusakan, karena sejumlah personil kepolisian telah disiagakan di SPBU tersebut.***Hermanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang