gtr SOSIAL POLITIK  Warga Dukung Kinerja Dewan, Tetapi Jangan Berlebihan

Sidak anggota Komisi III DPRD Kota Banjar periksa proyek, foto Hermanto

Gapura Kota Banjar ,- Tokoh pemuda Kota Banjar Yana S Bachyan mengutarakan bahwa dirinya sangat mendukung kinerja komisi III Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Banjar dalam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke setiap proyek yang ada di Kota Banjar pada Senin (28/9/2015).

Namun dalam melakukan monitoring terhadap setiap proyek tersebut, Yana minta Komisi III DPRD Kota Banjar jangan terlalu berlebihan. Terlebih saat salah seorang dewan melakukan pencangkulan terhadap pembuatan Plat decker pada pekerjaan perbaikan jalan lingkungan di Bojongsari Kelurahan Bojong Kantong Kecamatan Langensari.

“Jangan terlalu berlebihan, masalah tekhnik ada pada dinas terkait, anggota dewan tidak perlu repot-repot sampai mencangkul segala, tinggal perintah saja pelaksananya,” Kata Yana, Selasa (29/9/2015).

Terkait adanya temuan dari komisi III DPRD Kota Banjar yang  mencium adanya indikasi kurang baik pada pekerjaan proyek pembuatan plat decker yang tidak menggunakan batu split pada pengecoran serta tidak menggunakan mesin mollen, Yana membantah kalau pengecoran tersebut tidak menggunakan batu split.

“Kata siapa tidak menggunakan batu split, kalau tidak menggunakan batu split ya pasti rapuh, mengenai tidak memakai mesin mollen, saya memang ada kekhawatiran, karena beberapa hari kebelakang matrial proyek banyak yang hilang, salahsatunya adalah besi hilang sebanyak 11 lenteu, “imbuhnya.

Masih kata Yana, beberapa anggota dewan pun mempunyai paket proyek. Dalam hal ini Yana meminta jangan terlalu over ackting dalam melakukan sidak.

“Saya tahu mereka pun banyak yang mempunyai proyek, untuk itu jangan terlalu mengucik-ngucik lah dalam melakukan sidak, kalau memang proyek di Banjar banyak terindikasi kurang baik, ya sidak saja semuanya dan jangan tebang pilih,”kata Yana.

Menanggapi hal ini, anggota komisi III Budi Sutrisno mengatakan bahwa dalam melakukan sidak, komisi III DPRD Kota Banjar tidak bermaksud mengucik-ngucik pekerjaan proyek yang ada di kota Banjar. Menurutnya, pihaknya melaksanakan sidak karena fungsinya sebagai pengawasan, dan jika terindikasi ada kesalahan-kesalahan pada pekerjaan proyek, pihaknya berhak melaporkan ke inspektorat.

“Kami tidak bermaksud mengucik-ngucik pekerjaan, tapi sidak ini adalah bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan, secara teknis kita tidak kearah sana, kami hanya pengawasan saja, dan jika ada proyek yang terindikasi kesalahan, maka kami berhak melaporkan ke instansi terkait yakni inspektorat,”ujarnya.

Sementara itu, Ujang Solihin selaku masyarakat Kota Banjar mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan uang negara tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Harapannya beberapa kegiatan pembangunan proyek yang sedang berjalan di Kota Banjar tersebut harus sesuai dengan SNI.

“Saya khawatir  masalah ini akan berimplikasi hukum yang berakibat kepada pengawas proyek, inspektorat, dan Walikota, dengan ini  Walikota harus tegas dalam menyikapi pemborong nakal,”ujarnya.***Hermanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang