Gapura Garut ,- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, meskipun sektor pertanian berada pada posisi ketiga penyumbang PDRB Jabar, namun belum mampu mensejaterakan pelakunya.
“Masih banyaknya pelaku yang berprofesi sebagai buruh tani dengan upah yang masih rendah dan kepemilikan lahan yang masih terbatas hanya dibawah 1 Hektare, mengakibatkan petani di pedesaan masih banyak yang berada dalam kategori miskin”, ungkap Aher saat mendampingi menteri Agraria/ Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, Rabu (13/4/2016).

Pemprov Jabar lanjut Aher, memiliki komitmen untuk mengembangkan sektor pertanian. Karena itu Ia menginstruksikan kepada Jajaran OPD terkait untuk memberikan pendampingan dan advokasi di lapangan guna mendorong para petani penerima sertifikat dalam program reforma agraria.

“OPD terkait telah diintruksikan untuk mendampingi para petani dan menggiringnya bergabung dengan kelompok-kelompok tani berbadan hukum agar bantuan dari Pemprov Jabar dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan optimal”, tuturnya.

Melalui program reforma agraria, kata Aher BPN Garut telah menyerahkan tanah seluas 383 Hektare yang merupakan bekas tanah hak guna usaha yang telah dilepaskan atas nama PT. Surya Andaka Mustika dan telah ditetapkan menjadi tanah negara oleh Kementerian ATR/ BPN dan dari 343 Hektarnya diberikan untuk masyarakat secara gratis.***Kus kus Markuseu

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com