Diky Chandra Walikota Tasikmalaya

Produser dan Sutradra serta Komedian Diky Chandra siap kembali kepanggung politik, foto dok

Gapura Seleberita ,- Tampil dalam perbincangan politik disebuah stasiun televisi swasta nasional, Sabtu (17/9/2016 Pagi, Bakal Calon Walikota Tasikmalaya Diky Chandra kembali menegaskan keikutsertaannya dalam Pilkada Kota Tasik tidak melulu mengejar kemenangan melainkan ingin menyampaikan sejumlah pesan politik bagi masyarakat dan para elit politik yang ada.

“Saya selalu menekankan kepada Tim Saya  (tim AADC) di Tasik agar tetap menjunjung tinggi kesantunan berpolitik”, Kata Diky dalam penggelan perbincangannya yang juga dihadir pengamat Politik Gun-Gun Heryanto.

Diky menyebutkan timnya selalu diingatkan untuk tetap menjaga profesi masing-masing karena seringkali kiprah dalam politik mendadak menjadi merubah profesi seseorang.

“Saya selalu mengingatkan, jika tim saya biasa pada nyangkul sehari tiga kali jangan sampai berkurang menjadi sekali atau dua kali gara-gara berada dipolitik. Kemudian jika ada orang menjelekan AADC segera keluar dan pasang rantai untuk mengkerangkeng amarah agar tidak membalas penghinaan atau hujatan orang. Selanjutnya selalu berdoa dengan doa apabila doa kita dikabulkan kita harus bahagia karena itu keinginan kita, namun sebaliknya jika doa tidak terkabulkan harus lebih bahagia karena itu keinginan Alloh SWT yang jauh lebih baik dari keinginan kita,”Ungkapnya.

Diky juga mengajak seluruh pemimpin yang ada terutama para kepala Daerah untuk segera mensosialisasikan kepada masyarakat terkait penghasilan mereka dari gaji sebagai Bupati atau Walikota mengenai besarannya, sehingga masyarakat mengetahui.

“Besaran gaji Bupati dan walikota berapa pertahunnya  dan ini di seluruh Indonesia akan sama. Nah biasanya ada yang memotong dari perjalan Dinas, Kemudian proyek dan sebagaimanya, saya ingin mencoba tawadzu untuk tidak tergoda dengan hal hal seperti itu,”Tandasnya.

Sementara itu, pengamat politik Gun Gun Heryanto menyebutkan artis terjun ke dunia politik harus yang memiliki visi misi yang jelas, tidak sekedar menjadi pendulang suara semata.

Menurutnya popularitas saja tidak cukup saat ini karena masyarakat sudah sangat paham dan mengerti dengan gencarnya sosialisasi terkait profil calon kepala daerah melalui media baik media mainstream seperti koran dan televisi serta radio atau media sosial yang kini menjamur.***TGM

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com