pilkada-2017 SOSIAL POLITIK  Sejumlah Bakal Calon Walikota Tasik Angkat Bicara...??


Gapura Kota Tasikmalaya ,- Pungutan yang diduga  dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPC Kota Tasikmalaya, kini dipertanyakan sejumlah kalanga.

Pungutan tersebut diduga terkait dengan pendaftaran bakal calon walikota Tasikmalaya dalam mekanisme penjaringan Bakal Calon diinternal PKB. 

Pertanyaan tersebut datang termasuk dari para kandidat bakal calon, menyusul SK DPP PKB kini sudah turun ke pasangan incumbent Budi Budiman.

Sejumlah bakal calon mengakui pernah menyetor sejumlah uang sebagai syarat pencalonan dalam penjaringan di PKB tersebut.

Nanang Nurjamil salah seorang bakal calon yang mengikuti penjaringan di PKB mengaku diminta mahar sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) agar bisa ikut fit and proper tes di DPP PKB.

“Ya betul saya diminta segitu, “kata Nanang kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Bakal calon lainnya, Dede Sudrajat juga mengakui hal sama. Ia mengaku diminta PKB dengan jumlah yang sama, sepuluh juta rupiah. 

“Daftar sama dengan yang lain sebesar 10 jt,” kata Dede melalui pesan singkat.

Sementara itu KH. Aminudin Bustomi mengaku membayar sebesar Rp12.500.000,- dengan dua kali tahapan pembayaran.

“Waktos daftar Rp.2.500.000, beberapa hari kemudian Rp.10.000.000.- semuanya TANPA KWITANSI,”tandas Amin.

Salah satu sumber lain  yang enggan disebutkan namanya malah  mengatakan incumbent Budi Budiman juga membayar sebesar Rp4.000.0000,-, Eri Purnomohadi sebesar Rp20.000.000,-, Asep Hidayat Rp10.000.000 dan Didi Abdul Hadi Rp 5.000.000,-.

Terkait suara sumbang tersebut,  Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, Cece Insan Kamil hingga berita ini dilansir belum bersedia angkat bicara.***Tyo

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang