Kantor Bapusipda Garut sempat terendam hingga 1 Meter, foto dok

Kantor Bapusipda Garut sempat terendam hingga 1 Meter, foto dok

Gapura Garut ,- Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Kabupaten Garut, menerima bantuan mobil operasional perpustakaan keliling dan ribuan buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Bantuan tersebut diberikan setelah sebelumnya pihak  Perpustakaan Nasional meninjau langsung  kondisi kantur Bapusipda Kabupaten Garut yang menjadi salah satu terdampak banjir bandang dengan kerugian cukup besar.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI‎ Dede Junaedi  mengatakan bantuan mobil perpustakaan keliling yang diberikan pihaknya merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian terhadap korban musibah banjir bandang Garut.

Menurutnya perpustakaan daerah milik Garut terdampak banjir bandang cukup parah hingga menyebabkan puluhan ribu bukunya terendam air sungai Cimanuk yang meluap saat kejadian.

“Kami menurunkan tim untuk melakukan survei  dan ternyata kondisi lantai satu gedung Bapusipda Garut yang berisi buku dengan nilai sangat tinggi terendam, padahal buku itu adalah reverensi dan muatan lokal,” Kata Dedi kepada wartawan, Minggu (16/10/2016).

Dede menyebutkan pihaknya juga telah membantu dengan menurunkan tim dari Perpustakaan Nasioal untuk menyelamatkan buku yang tertanam lumpur, dan diutamakan buku yang memiliki nilai agar bisa dibaca kembali.

“Saat ini lebih dari 2000 buku bisa diselamatkan meski dalam kondisi tidak sempurna karena pekatnya lumpur yang menempel di buku,”Sebutnya.

Dede menambahkan pihaknya bersama ‎bersama Anggota Komisi X DPR-RI membawa mobil perpustakaan keliling berikut bukunya untuk diberikan kepada Bapusipda Garut karena dua mobil dengan fungsi yang sama di perpustakaan daerah saat ini berkondisi rusak setelah terendam air.

“Mobil yang kami berikan dilengkapi dengan buku bacaannya, dan kami juga memberikan berjumlah 2500 eksemplar yang bisa dibaca untuk masyarakat mulai Taman Kanan-kanak hingga Sekolah Menengah Atas,” Tuturnya.

Sementara itu Kepala Bapusipda Garut, Lisnawati mengatakan akibat banjir bandang  tersebut sedikitnya sekitar  35 ribu buku di Bapusipda terendam air luapan Sungai Cimanuk. Dari 35 ribu buku yang terendam, 4000 buku dipastikan tidak bisa dibaca kembali oleh masyarakat karena mengalami kerusakan sangat parah.

“Buku yang ada di perpustakaan sebelumnya semuanya dipindahkan ke lokasi yang berada di lantai satu karena bangunan perpustakaan tengah direhab, jadi saat terjadi banjir otomatis terendam karena lokasinya berada di bawah. ‎Selain buku, mobil perpustakaan keliling pun terendam dan saat ini tengah diperbaiki di bengkel,”Jelas Lisna.

Upaya lainnya yang kini dilakukan Bapusipda lanjut Lisna, pihaknya  ‎akan mengirimkan surat kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Garut agar bisa menambah koleksi buku yang ada di perpustakaan.

“Selama ini banyak perusahaan dan instansi pemerintah yang memberikan bantuan berupa buku bacaan untuk menambah koleksi buku di Bapusipda,”Tukasnya.***Margogo.

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com