BUPATI-2-300x200 SOSIAL POLITIK  28 Irigasi Teknis di Garut Rusak Akibat Banjir, Butuh Rp23 Miliar untuk Memperbaikinya

Bupati Garut Rudy Gunawan saat mencanangkan gerakan rehabiliatsi Irigasi Tingkat Kabupaten Garut, Selasa (20/1/2015) foto Niken (Dokumen)

Gapura Garut ,- Kerugian akibat banjir bandang Garut yang terjadi satu bulan lalu yang menimpa sektor Pengairan dan  Irigasi mencapai nilai hingga puluhan miliar rupiah teruatama rusaknya jaringan saluran irigasi teknis.

Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air Mineral dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Garut Uu Saefudin, banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu itu telah merusak sedikitnya 28 titik saluran irigasi teknis.

Uu menjelaskan, rusaknya ke-28 saluran irigasi tersebut mengakibatkan sistem pengairan pada puluhan ribu hektare (ha) areal pertanian menjadi tidak maksimal bahkan terancam mengakibatkan gagal panen jika tidak segera diperbaki.

“Banjir bandang pada 20 September 2016 lalu mengakibatkan puluhan saluran irigasi teknis yang menginduk dari Sungai Cimanuk rusak. Padahal saluran irigasi ini sangat berperan dalam sistem pengairan pada ribuan hektare lahan pertanian,” Kata Uu saat dikonfirmasi, Rabu (26/10/2016).

Uu mengatakan dampak dari tidak berjalannya sistem pengairan ini akan dirasakan pada musim kemarau nanti.

“Dampak langsungnya dari kerusakan itu berakibat pada tidak maksimalnya sistem pengairan. Saat ini musim hujan, sehingga tidak terasa dampaknya,” ugkapnya.

Uu menambahkan, pihaknya telah mengusulkan permohonan bantuan anggaran terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan pusat, terkait perbaikan puluhan irigasi teknis yang rusak ini. Ia menyebut jumlah dana yang diperlukan mencapai sekitar Rp23 miliar.

“Seluruh irigasi teknis yang rusak ini perlu direkonstruksi kembali. Dibutuhkan sekitar Rp23 miliar untuk dapat memperbaiki kembali,” tukasnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang