Gapura Garut ,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, meminta agar masyarakat Garut meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gempa bumi. Menyusul hampir  beberapa kali gempa bumi  tercatat sempat menerjang kawasan selatan pulau jawa.

Menurut Tb Agus Sopyan Kasie Kesiapsiagaan Pada BPBD Garut  menyebutkan peristiwa gempa bumi yang terjadi sejauh ini masih dinilai normal meski di dua titik sempat menyebabkan kerusakan.

“Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami, sejak awal bulan November 2016 ini memang telah terjadi 9 kali aktivitas gempabumi. Aktivitas tersebut pun dirasakan di zona selatan pulau Jawa, dan dua kejadian diantaranya menimbulkan kerusakan di Pangalengan pada 6 November, dan di Malang pada sepuluh hari setelahnya,” Ungkap Agus, Rabu (23/11/2016).

Agus mengingatkan menurut BMKG, meningkatnya aktivitas gempa bumi yang terjadi akhir-akhir ini bukan merupakan indikasi akan  terjadinya peristiwa gempa bumi besar namun demikian kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

“Aktivitas gempabumi di zona selatan Jawa hingga saat ini masih tergolong wajar, karena zona selatan Pulau Jawa memang berdekatan dengan subduksi lempeng aktif,”ucapnya.

Agus menambahkan kejadian gempa bumi wajar karena dalam hal ini Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Pulau Jawa dengan laju 74 mm/tahun yang berdampak kepada tingginya aktivitas gempa bumi di selatan Jawa.

“Banyaknya aktivitas gempabumi merupakan manifestasi pelepasan energi agar tidak terjadi akumulasi tegangan yang dapat memicu terjadinya gempabumi besar. Informasinya, dari sekian banyak isu akan terjadi gempabumi besar dan tsunami, hingga saat ini tidak ada satupun yang terbukti benar. Untuk itu kepada warga masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, namun tentu tetap harus tetap meningkatkan kewaspadaan,”Tuturnya.

Dengan kondisi tersebut bagi masyarakat Garut yang berada di patahan Sunda yaitu Kecamatan Pasirwangi, Pamulihan, Pakenjeng agar berwaspada karena bukan tidak mungkin gempabumi akan timbul. Namun meski demikian Tubagus meminta agar masyarakat tidak panik dan tetap memantau informasi dari yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Saat terjadi gempabumi atau biasa disebut lini dengan getaran yang cukup besar agar tidak tinggal didalam rumah, tapi mencari tempat terbuka dan jauh dari bangunan. Tapi memang hingga saat ini BMKG sendiri belum mengeluarkan peringatan adanya ancaman tersebut karena aktifitasnya masih dinilai normal, tapi tentu tidak ada salahnya jika kita bersiapsiaga,”Tandasnya.***Margogo

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang