wp-1480650860503 SOSIAL POLITIK  TNI Garut Bersih Bersih Makam Pahlawan, Peringati HJK 

Gapura Garut ,- Jajaran Kodim 0611 Garut bersama Korem 062 Tarumanagara, Denpom III/2, Yonif 303/SSM, dan Denpal Garut telah melakukan kegiatan karya bhakti di Taman Makam Pahlawan Tenjolaya. Kamis (1/12/2016).

Kegiatan sosial tersebut salah bentuk penghormatan kepada para pahlawan dalam menyambut Hari Juang Kartika tahun 2016 yang diperingati setiap tanggal 15 Desember.

Perwira Seksie Teritorian Kodim 0611 Garut, Kapten Damo menyebutkan pihaknya bersama jajaran atas dan samping TNI yang ada di Garut sengaja melaksanakan kegiatan karyabhakti dengan bentuk kegiatan pengecatan dan pembersihan kawasan taman makam pahlawan Tenjolaya. 

“Melalui Hari Juang Kartika kita mantapkan jati diri TNI AD dan kemanunggalan TNI-Rakyat guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,”Kata Damo kepada wartawan. 

Menurutnya Kegiatan tersebut bagian dari rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam menyambut dan memperingati sejarah perjalanan Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Damo menegaskan  Juang kartika merupakan peristiwa besar perang antara pejuang yang dikomandoi Panglima besar Jenderal Soedirman dalam peristiwa Palagan Ambarawa. 

“Dimana kondisi tentara pejuang atau TNI AD kala itu, ketika kondisi senjata yang masih apa adanya dan masih jauh dari modern dibanding dengan penjajah Belanda, tapi tentara Indonesia mampu membuat penjajah bertekuk lutut di Ambara,”ungkapnya.

Kemenangan yang didapat itu, terang Damo didorong oleh semangat patriotisme yang terus membara.

“Mereka kala itu lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup terjajah kembali oleh Belanda, merdeka atau mati itulah semboyan yang terus dikobarkan dalam semangat perlawanan mengusir Belanda,” tuturnya.

Damo menambahkan melihat situasi yang dihadapi dan kondisi medan diwilayah Ambarawa yang sekelilingnya diapit oleh pegunungan, Panglima Jenderal Soerdirman dengan anak buahnya berupaya mencari taktik jitu untuk melumpuhkan Belanda

“taktik jitu tersebut dikenal dengan Supit Urang dengan pengepungan rangkap dari dua sisi yang membuat musuh betul-betul terkurung dan tidak bisa keluar sehinggga dapat dilumpuhkan,”imbuhnya.

Peristiwa Palagan Ambarawa dijelaskan Damo membuat Belanda berpikir ulang untuk berperang, dan bagi para pejuang TNI dikala itu, jelas memberikan bukti bahwa patriotisme, semangat juang dan kekompakan dalam satu komando perang ditunjang dengan taktik perang yang jitu, telah membangkitkan moril dan kepercayaan para pejuang bangsa kita untuk mempertahankan kemerdekaan yang masih seumur jagung.

“Didalam peristiwa Palagan Ambarawa tersebut boleh dikatakan bagian dari sebuah perang darat yang berhasil dimenangkan TNI. Untuk itulah peristiwa Palagan Ambarawa oleh TNI AD dijadikan hari kelahirannya yang dikenal dengan Hari Juang Kartika (HJK) TNI AD yang digelar setiap tanggal 15 Desember,” jelasnya.

Pada kegiatan kemarin, tidak hanya anggota TNI saja yang ikut melakukan karya bhakti, ada juga dari komunitas, unsur pemerintah, LSM dan masyarakat.***Margogo

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang