IMG-20161229-WA0007-300x169 SOSIAL POLITIK  Pendidikan Kader Kebangsaan Purwakarta Terus Berlanjut

Suasana peroses pendidikan kader ideologi kebangsaan di Purwakarta, foto Alex

Gapura Purwakarta ,- Pencanangan Pendidikan Kader Ideologi Kebangsaan Pancasila yang merupakan program kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan Mabes TNI dan Polri memasuki tahap ketiga.

Pada tahap ini, 600 calon Kader Ideologi Pancasila yang terdiri dari aparat TNI/Polri dan unsur PNS ini dibekali pemahaman terkait Pancasila oleh Kodim 0619/Purwakarta. Pembekalan atau lebih tepatnya sharing tentang Pancasila ini digelar di Aula Yudhistira Pemda Purwakarta dan dibuka oleh Kasdim 0619/Purwakarta Mayor Inf Krismanto S.Pd, Rabu (28/12/2016).

Bersamaan dengan itu, didistribusikan juga buku memahami ancaman, menyadari jati diri sebagai modal usaha membangun menuju Indonesia emas yang ditulis langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Buku tersebut dibagikan kepada para kader oleh Pasi Ter Kodim 0619/Purwakarta Kapten Arm Pujianto.

Ditemui terpisah, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ari Maulana mengatakan, pembekalan tentang Pancasila merupakan bagian dari Pendidikan Kader Ideologi Pancasila.

“Ini tahap ketiga. Ada pun pada tahap pertama merupakan pembekalan tentang Proxy War yang disampaikan langsung oleh Aster Mabes TNI Mayjen TNI Wiyarto S.Sos dan tahap kedua terkait sejarah Indonesia yang disampaikan oleh Guru Besar Universtas Padjadjaran,” ujarnya.

Pembekalan tahap ketiga ini, kata Dandim, merupakan tahap akhir. Sehingga diharapkan Kader Ideologi Pancasila siap menyampaikan berbagai materi yang didapatnya ke sekolah-sekolah.  “Ada pun sasarannya adalah siswa-siswi SMP dan SMA/SMK/MAN se-Purwakarta,” kata Dandim.

Dalam perkembangannya nanti, sambung Dandim, akan digelar lomba setiap triwulan dan semester. “Lomba ini untuk memau semangat siswa dalam memahami Pancasila. Penilaian lomba itu di antaranya terkait pemahaman ketahanan pangan, ketahanan budaya, ketahanan kesehatan, dan lainnya. Lomba setiap triwulan digelar di tingkat kecamatan, sedangkan setiap semester di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ada pun teknis pemberian materi kepada siswa adalah 600 kader tersebut akan mengunjungi ke sekolah-sekolah setiap Senin. “Metodenya seperti upacara bendera, kemudian pemeberian materi di kelas atau disesuaikan dengan kondisi sekolah,” katanya.

Lamanya materi yang disampaikan, kata Dandim sekitar dua jam pelajaran. “Ini di luar kurikulum ya, dan sebagai penunjang mata pelajaran PKn. Harapannya agar timbulnya pemahaman generasi muda tentang Pancasila, termasuk kebhinekaan dan gotong royong. Di mana generasi muda saat inilah yang bakal menjadi pemimpin pada Indonesia Emas 2045 nanti,” ucapnya.***Alex

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang