IMG_20170523_152313-3 SOSIAL POLITIK  UPT Pendidikan Garut Ramai ramai Ke Bali, Bupati Juga Ikut

Gapura Garut ,- Keberangkatan 42 kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kabupaten Garut studi banding ke Kabupaten Badung, Bali. 

Selain kepala UPT, Bupati Garut Rudy Gunawan dan pejabat Dinas Pendidikan juga ikut mendampingi kegiatan Study Banding tersebut.
Secara terpisah Bupati dijadwalkan berangkat pada malam nanti atau Rabu 23 mei 2017 besok. Sementara para kepala UPT Pendidikan dan pejabat Disdik sudah berangkat pada hari ini. 

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, para kepala UPT Pendidikan diharuskan membayar Rp 6 juta sebagai biaya pergi ke Badung. Meski uang tersebut berasal dari kocek pribadi, tak semua kepala UPT sanggup membayar.
“Sampai kemarin malam saya masih ditagih. Terpaksa mengeluarkan Rp 6 juta. Soalnya harus ikut ke sana (Bali),” kata salah seorang kepala UPT Pendidikan saat dihubungi, Selasa (23/5/2017).

Terkair besaran biaya keberangkatan ke bali tersebut, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengaku tak tahu menahu besaran ongkos yang dibebankan kepada kepala UPT Pendidikan untuk berangkat ke Bali.

“Studi banding itu penting bagi para kepala UPT Pendidikan. Itu Paguyuban UPT yang adakan. Sudah saja enggak usah ikut. Enggak ada masalah. Kalau keberatan enggak usah ikut atau enggak usah jadi kepala UPT,” Tegas Rudy saat dikonfirmasi usai meresmikan Pasar Wanaraja, Selasa (22/5/2017).

Dalam surat pemberitahuan resmi yang berkop Bupati Garut tertanggal 17 Mei kepada Bupati Badung. Permohonan studi banding itu untuk meningkatkan tata kelola pendidikan. Waktu pelaksanaan pada Rabu (24/5) pukul 08.00 WITA. Surat tersebut langsung ditandatangani Bupati Garut.

“Iya memang besok jam 08.0 diterima Bupati Badung. Mereka akan menerangkan soal Disdik di sana,” ucapnya.

Tujuan studi banding ke Badung, ungkap Rudy karena manajemen berbasis sekolahnya merupakan yang terbaik. Pihaknya ingin membangun kontrukai infrastruktur SD seperti di Badung.

“Di sana itu warga dan pengusaha mendukung pembangunan. Jadi pembangunan SD bukan hanya dari APBD tapi peran serta masyarakat,” Tuturnya.

Selain itu, tutur dia, Pemkab Garut juga sudah bekerja sama dengan Pemkab Badung. Mulai dari pengelolaan keuangan, pariwisata, dan pendidikan. Saat ditanya kenapa tak melakukan studi banding ke kota yang terdekat seperti Jakarta atau Bandung? Rudy menjawab jika di Jakarta atau Bandung tak ada yang seperti di Bali.

“Badung ini salah satu alternatif. Anak SD di sana sudah dikasih laptop. Sudah laksanakan UNBK juga. Bangunannya bagus-bagus,” ujarnya.

Rudy menuturkan keberangkatan study banding para kepala UPT Pendidikan ke Bali sepenuhnya dibiayai dari patungan kepala UPT tidak menggunakan APBD. Pemilihan Badung juga berdasarkan pada sistem pengelolaan sekolah SD sudah diawasi oleh UPT bukan oleh Disdik.***Marwij

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang