Gapura Bandung ,- Kemunculan nama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Agung Suryamal dalam bursa Pilkada Jabar 2018 mengundang komentar berbagai pihak. Ada yang menyebutnya sebagai “kuda hitam”, dan tak sedikit pula yang menilai figur Agung sebagai pembaharuan dan menjadi jalan tengah bagi polemik PKS dan Gerindra yang tengah berlangsung. Menanggapi komentar tersebut, Agung menegaskan dirinya hanya ingin fokus mengabdi kepada Jawa Barat.

“Saya bukan politisi. Tidak paham soal konstelasi politik. Yang saya tahu, saya hanya ingin mengabdi untuk Jawa Barat karena sudah lama memendam keprihatinan terhadap saudara- saudara yang hidup dalam garis kemiskinan,” ujar Agung di Bandung, Jumat, (4/8).

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jawa Barat periode 2002-2005 ini pun mengaku dirinya dekat dengan tokoh- tokoh pesaingnya di Jawa Barat seperti Deddy Mizwar digadang-gadani oleh Gerindra dan PKS.

“Anda boleh tanya ke kang Emil, kang Dedi (Dedi Mulyadi), pak Demiz (Deddy Mizwar), saya berkawan baik dengan mereka tidak ada masalah apapun. Begitu juga denga parpol, alhamdulillah semua berkawan baik. Ini bukan bahasa lho, kawan dalam artian yang sebenarnya,” imbuh Agung.

Mengenai komunikasi intens yang dilakukannya dengan sejumlah partai politik menjelang pembukaan pendaftaran calon Gubernur Jabar, Agung menyikapinya sebagai sebuah kewajaran sebagai bentuk silaturahmi.

“Sebagai seorang muslim, wajib hukumnya menjaga silaturahmi dengan siapapun. Apapun parpolnya selama tujuannya baik untuk mensejahterakan masyarakat, akan saya balas dengan loyalitas. Kalau kata orang sunda, “kudu inget purwadaksi” (harus ingat asal muasal),” papar sang putera daerah.

Begitu pula mengenai pasangan dalam Pilkada Jabar. Agung menyatakan bersedia dipasangkan dengan siapa saja selama memiliki visi misi yang sejalan dan memiliki komitmen untuk memajukan Jawa Barat.

“Saya sih, open saja, silakan anda wawancara siapapun yang kenal saya, tidak satupun dari mereka yang pernah saya khianati. Begitu juga pasangan dalam Pilkada Jabar saya nanti, selama dia tidak korupsi, berpihak pada warga Jabar, saya pun akan terima,” kata Agung.

Lebih lanjut Agung mengaku bahwa kesiapannya maju dalam kontesasi ini telah hampir sempurna terlebih dirinya mendapat dukungan kuat dari kerabat maupun keluarga.

“Alhamdulillah semua sudah disiapkan. Sahabat – sahabat saya pun semua telah menyatakan kesiapan. Keluarga demikian. Tidak ada kata ragu. Kalau saya mundur, saya akan mengecewakan mereka. Kalau anda tanya prosentase, saya akan jawab, tinggal 1% lagi, yaitu partai mana yang mau deklarasikan. Kan tahapan – tahapan saya sudah lalui semua, ” tutup Agung.

Kini, hampir seluruh partai sudah berkomunikasi dengan Agung Suryamal seperti Gerindra, PKS, PAN, PPP dan yang terakhir adalah PKB yang mengundangnya dalam Musyawarah Wilayah IV Partai Kebangkitan Bangsa di Bekasi, Jawa Barat, 1 Agustus 2017 lalu.

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang