Gapura Garut ,- Air sungai Cimanuk Garut, Jawa Barat terus menyusut memasuki musim kemarau yang sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir ini.

Surutnya sebit air sunagai Cimanuk tersebut membuat sejumlah penggiat wisata arung jeram dan kegiatan lainnya kini berhenti.

“Kami tidak bisa lagi menjual paket apapun untuk di Cimanuk ini,” Kata Tanto Sudianto Reza Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) kabupaten Garut, Senin (4/9/2017).

Menurutnya selama ini para atlit FAJI yang sering menggelar latihan terpaksa berhenti karena debit air Cimanuk terus menyusut.

Baca Juga  Menjemput Mentari Pagi, Memandang Padang Rumut di “Buffalo Hill” Cikuray

“Para penggiat pariwisata juga sudah banyak yang mengeluhkan surutnua sungai Cimanuk jadi para event organizer sudah tidak bisa lagi menjual paket wisata di Cimanuk,”ungkapnya.

Tanto berharap pemerintah segera mengambil langkah langkah untuk menjaga sumber mata air Cimanuk yang kini kondisinya makin memprihatinkan.

“Dulu dulu untuk musim kemarau yang sama Cimanuk masih bisa digunakan untuk olah raga air atau wisata arung jeram sekarang sudah tidak bisa sama sekali,”ujarnya.

Sementara lanjut Tanto ketika musim hujan datang Cimanuk cepat sekali meluapnya.

Baca Juga  Sembunyikan Narkoba Dikemaluan, Dua Perempuan Digaruk Polisi

“Ini pasti ada sesuatu yang salah dalam tata kelola sungai terutama konservasi dan penghijauan dikawan sumber mata air tidak berjalan,”tuturnya.

Pasca peristiwa banjir bandang yang sempat menelan banyak korban jiwa meninggal kondisi sungai Cimanuk hingga saat ini baru dilakukan penataan dibagian bantaran sungai dikawasan perkotaan Garut.

“Sementara untuk upaya perbaikan dikawasan hulu atau disejumlah sumber mata air belum terdengar masif padahal perlu mendapatkan perhatian serius karena dampaknya saat ini sudah terasa dengan menyusutnya debit air Cimanuk”Tukasnya.***JMB

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang