Gapura Garut ,- Kabupaten Garut hingga saat ini belum memiliki rencana kontijensi (Renkon) dalam menyikapi ancaman banjir bandang sebagaimana yang terjadi pada 20 September 2016 lalu. Sejak Rabu (13/9) hingga Jumat (15/9) kemarin, bertempat di Makodim 0611 Garut dilaksanakan Geladi Posko banjir bandang yang diikuti lintas sektoral yang berkaitan dengan ancaman tersebut.

Kepala Staff Kodim 0611 Garut, Mayor Infanteri Aat Supriatna menyebut jika latihan posko oleh pihaknya rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka mempersiapkan kemungkinan terburuk, khususnya bagi Kodim 0611 Garut dalam menghadapi bencana alam.

“Jadi titik akhirnya setelah geladi posko ini akan dievaluasi hasilnya dan mengumpulkan data juga rencana kontijensi dalam hal penanganan sehingga bisa menjadi masukan bagi pemerintah Kabupaten Garut.,” ujar Aat, kemarin.

Selama latihan posko tiga hari itu, Aat selaku pemateri utamanya sendiri mengungkapkan bahwa hasil evaluasi kejadian banjir bandang yang terjadi tahun 2016. Fokus latihannya tidak hanya para staff di Kodim 0611 Garut, namun juga hingga 7 kecamatan yang terdampak dari banjir bandang di tahun lalu.

“Kedepannya mungkin beberapa daerah yang terdapat ancaman sebagaimana ada dalam data kita akan dikembangkan dalam penyikapannya atau rencana kontijensinya seperti apa. Selain ancaman banjir bandang, potensi ancaman bencana alam lainnya pun seperti longsor, pergerakan tanah, dan lainnya juga akan kita sikapi agar tepat dalam bertindak,” katanya.

Jika berkaca dari kejadian banjir bandang tahun 2016 lalu, lanjutnya, karena belum adanya rencana kontijensi apa yang dilakukan seperti terkesan dadakan namun setiap yang terjadi di lapangan disikapi dengan cepat.

 “Oleh karenanya selama geladi posko ini yang paling ditekankan adalah prosedur gabungan komandan dan staff juga penempaan keputusan dari awal kejadian dimana setiap keputusan harus berdasarkan pertimbangan prosedur. Namun kalau pun nanti bahan yang kita berikan sebagai renkon, maka itu harus disosialisasikan ke instansi terkait dimana ada 9 dinas yang terlibat, TNI, Polri, juga para relawan,” ungkapnya.

Adapun hasil dari geladi posko tersebut, adalah memberikan gambaran awal kepada perwira staff dalam menyikapi kejadian. “Khususnya yang paling ditekankan adalah dalam masa tanggap darurat, menangani korban dan pengungsi, pemenuhan kebutuhan pokok bagi korban, dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan gambaran dalam melaksanakan koordinasi lintas instansi karena hal tersebut selalu menjadi masalah di lapangan saat kejadian,” ungkap Aat.***Margogo

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang