IMG-20171116-WA0021 SOSIAL POLITIK  Inilah Hasil Survei Daring JMPD di Enam Kabupaten Kota di Jabar

Gapura Bandung ,- Setelah mempublikasikan hasil survei daring untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD) kembali merilis hasil survey daring terhadap bakal calon Pilkada di enam kabupaten/kota di Jabar.

Survei daring keenam kabupaten/kota dilaksanakan di laman resmi JMPD beralamatkan www.jmpd.or.id dengan jumlah suara yang masuk per kabupaten/kota hingga Minggu (12/11) pukul 23.00 WIB bervariatif. 

Keenam kabupaten/kota tersebut, yakni, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bandung Barat. 

Dalam survey daring Pilgub Jabar 2018 yang mencapai 17.827 suara, terjaring  16 nama Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2018, berdasarkan kuantifikasi voter sebagai berikut, Iwa Karniwa (24%, 4.384 Votes), Abdy Yuhana (24%, 4.272 Votes), Ahmad Syaikhu (22%, 3.810 Votes), Deddy Mizwar (11%, 2.044 Votes), Ridwan Kamil (5%, 969 Votes), Uu Ruzhanul Ulum (5%,855 Votes), Dedi Mulyadi (2%,385 Votes), Puti Guntur Soekarno (2%,343 Votes), Agung Suryamal (1%, 230Votes), Nanat Fatah Natsir (1%, 172 Votes), Abdullah Gymnastiar (1%, 149 Votes), Dede Yusuf (1%, 91 Votes), Netty Prasetiyani (0%, 53 Votes), Ineu Purwadewi Sundari (0% 45 Votes), Dessy Ratnasari (0%, 40 Votes), dan Asep A. Maoshul  Affandy (0%, 21 Votes).

Sementara itu, di enam kabupaten/kota secara berurut terdapat hasil survey daring sebagai berikut : 

Pertama, Pilkada Kota Bandung dengan survey dimulai tanggal 23 Agustus 2017 dan jumlah suara 16.806 votes, berdasarkan kuantifikasi voter per Balon sbb. 

Deny Zaelani (12%) 2.066 votes, Ruli Hidayat (11%) 1927 votes, Mohamad Ariodillah (11%) 1840 votes, Ayi Vivananda (11%) 1.839 votes, Rizky Mediantoro (7%) 1.140 votes, Khaerul Umam (6%) 1.060 votes, Arif Hamid Rahman (5%) 902 votes, Oktri Mohammad Firdaus (5%) 845 votes, Oded M. Daniel (5%) 807 votes, Haru Suandharu (5%) 770 votes, Yossi Irianto (4%, 660 Votes), Fiki Satari (4%) 615 votes, Bucky Wikagoe (3%) 464 votes, Priana Wirasaputra (3%) 427 votes, Nurul Arifin (2%) 369 votes, Iwa Gartiwa (1%) 243 votes, Yana Mulyana (1%) 165 votes, Gatot Tjahyono (1) 135 votes, Deden Hidayat (1%) 116 votes, Muhammad Farhan (1%) 109 votes, Egi Hergiana (0%) 83 votes, Arfi Rafnaldi (0%) 79 votes, Ricku Subagja (0%) 56%, Aries Supriatna (0%) 49 votes, Tomtom Dabbul Qomar (0%) 24 votes, dan Endun Hamdun (0%) 16 votes. 

Kedua, Kota Bekasi dengan survey dimulai tanggal 28 Agustus 2017 dan jumlah suara 133 votes, berdasarkan kuantifikasi voter per Balon sbb. Dery Drajat (27%) 35 votes, Mochtar Mohammad (16%) 21 votes, Raisa Andriana (16%) 21 votes, Heri Koeswara (10%) 14 votes, Siti Aisyah (7%) 9 votes, Anggawira (8%) 10 votes, Lucky Hakim (6%) 8 votes, Vicky Prasetyo (4%) 5 votes, Heru Cipto Nugroho (3%) 4 votes, Solihin (2%) 3 votes, Waras Warsito (2%) 2 votes, Dody Achadi Suhada (1%) 1 votes, Heikal (0%), Saptariyani (0%), dan Wgy Wibhawa (0%).Ketiga, Kabupaten Ciamis dengan survey dimulai tanggal 24 Agustus 2017 dan jumlah suara 3.372 votes, berdasarkan kuantifikasi voter per Balon sbb. Anjar Asmara (33%) 1.122 votes, Nanang Permana (23%) 760 votes, Arief Ismail Chowas (15%) 518 votes, Herdiat Sunarya (10%) 340 votes, Iing Syam Arifin (6%) 202 votes, Oyat Nur Ayat (5%) 159 votes, Oih Burhanudin (4%) 136 votes, Didi Sukardi (1%) 49 votes, Yana D. Putra (1%) 33 votes, Mamat Rahmat (1%) 25 votes, Irma Bastaman (05) 16 votes, Heru Solehudin 6 votes, Ismail Elyas 6 votes.

Keempat, Pilkada Kabupaten Garut dengan survey dimulai tanggal 21 Agustus 2017 dan jumlah suara 591 votes, berdasarkan kuantifikasi voter per Balon sbb. Agus 

Supriadi (44%) 260 votes, Rudi Gunawan (19%) 114 votes, Helmi Budiman (18%) 109 votes, Agus Hamdani (8%) 49 votes, Marlan (3%) 9 votes, Babay Tamimi (3%) 16 votes, Usep Nurdin (2%) 11 votes, Hakim Ghani (1%) 7 votes, dan Soni Sondani (1%) 6 votes. 

Kelima Pilkada Kabupaten Sumedang dengan survey dimulai tanggal 24 September 2017 dan jumlah suara 1.650 votes, berdasarkan kuantifikasi voter per Balon sbb. Dony Ahmad Munir (34%) 555 votes, Rachmat Gurnita (15%) 239 votes, Dudi Supardi (14%) 228 votes, Uteng Nurhayat (9%) 147 votes, Yadi Mulyadi (8%) 135 votes, Irwansyah Putra (4%), 62 votes, Asep Kurnia (3%) 51 votes, Erwan Setiawan (3%) 50 votes, Zaenal Alimin (3%) 43 votes, Eka Setiawan (35) 43 votes, Agung Anugerah (2%) 31 votes, Ade Irawan (1%) 22 votes, Taufik Gunawansyah (1%) 18 

Votes, Jafar Sidik (1%) 13 votes, Euis Mully (0%) 5 votes, Agus Wellianto (0%) 4 votes, Enni Sumarni (0%) 3 votes, Ecek Karyana (0%) 1 vote.

Keenam Pilkada Kabupaten Bandung Barat dengan survey dimulai tanggal 31 Agustus 2017 dan jumlah suara 2,717 votes, berdasarkan kuantifikasi voter per Balon sbb. Didik Agus (41%) 1,109 Votes, Hengky Kurniawan (32%) 863 Votes, Eka Suwarna (9%) 253 Votes, Aep Nurdin (8%) 205 Votes, Iman Budiman (4%) 107 Votes, Doddy Imron Cholid (2%) 58 Votes, Yayat T. Soemitra (1%) 34 Votes, Aa Umbara Sutisna (1%) 22 Votes, Elin Suharliah (1%) 20 Votes, Adly Fairuz (1%) 19 Votes, 

? Tatang Gunawan (0%) 8 Votes, Jamu Kertabudhi (0%) 7 Votes, Pipih Supriati (0%) 4 Votes, Maman Sunjaya (0%) 3 Votes, Daka Perumas (0%) 3 Votes, Sundaya (0%) 2 

Votes. Survei daring adalah survei di dunia digital, sehingga respondennya adalah masyarakat pengguna internet. “survei ini berbasis internet, sehingga subjek penelitian adalah masyarakat digital, baik digital native maupun digital immigrant. Indikator 

faktual dalam survei daring kemungkinan berbeda dengan faktual berdasarkan survei luring yang terjun langsung ke lapangan mengunjungi masyarakat, karena survei daring dikhususkan pada masyarakat pengguna gadget (komputer dan hp berjaringan). Maka sangat wajar jika hasilnya akan berbeda dengan survei luring. 

Metode survei ini dilakukan dengan logged by Cookie and IP, maskudnya sistem mendeteksi alamat perangkat (IP address) dan jejak singgah (cookie) dari perangkat yang digunakan responden, sehingga prinsip one man one vote dalam survei ini tetap terjaga. Deteksi IP dan cookie memungkinkan responden digital tidak bisa memilih untuk lebih dari sekali dengan perangkat yang sama.

Survei Daring dibuat, dengan pertimbangan bahwa banyak Bakal Calon Gubenur, Bupati dan Walikota melakukan sosialisasi di dunia digital. Mereka 

membangun website sendiri atau membuat laman-laman di media sosial; terbanyak tersedia dalam facebook, instagram, dan twitter. Bahkan bukan hanya bakal calon,partai politik pengusung dan penyelenggara Pilkada juga dalam optimalisasi kinerja, membangun sosialisasi dan interaksi dengan masyarakat di dunia digital. Sehingga survei daring ini bisa menjadi bahan rujukan bagi para bakal calon, sebagai evaluasi tingkat sosialisasi yang mereka bangun di dunia digital.

Setelah melakukan evaluasi, Tim IT JMPD akan memperbaharui sistem survei daring agar lebih canggih dengan metode lebih ketat, sehingga melahirkan data voter yang lebih akurat, yaitu voter diharuskan register dengan akun google, dan facebook.  Sistem ini, selain dapat membaca IP address dan cookie, voter pun akan teridentifikasi, mulai usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lokasi dan identitas lainya  yang dapat dijadikan rujukan bahan evaluasi, baik bagi penyelenggara Pilkada (KPU) 

Dalam program sosialisasi maupun bagi para bakal calon dan partai politik. JPMD akan dapat memetakan kuantifikasi voter berdasarkan identifikasi terhadap data voter. 

Namun, terkait dengan nama dan alamat lengkap dan informasi privat yang dapat mengancam kerahasiaan voter akan tetap terjaga.

Mulai minggu depan, JMPD akan mulai launching survei daring format dan metode baru untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Kemudian akan dilanjutkan secara bertahap untuk Pilkada Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat. ***TGM

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang