WhatsApp-Image-2019-05-16-at-03.24.57-300x217 SOSIAL POLITIK  Ketua Front Hizbulloh Garut Menyatakan Tidak Setuju "People Power"

Ustadz Cecep, Ketua Front Hizbulloh Kabupaten Garut, foto dok

Gapura Garut ,- Ketua Front Hizbulloh Kabupaten Garut, Ustadz Cecep dengan tegas menyatakan menolak apapun bentuk “People Power” terkait dengan hasil keputusan yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI hasil Pemilu 2019 beberapa hari kedepan.

Pernyataan Ketua Hibulloh Garut tersebut disampaikan menyusul adanya isu dan ajakan terhadap warga masyarakat untuk bergerak turun ke jalan dengan isu-isu yang tidak jelas.

“Saya sebagai ketua Front Hizbulloh Garut menginstruksikan kepada seluruh wali Hizbulloh, para anggota dan wadia balad yang masih konsisten menjaga kejayaan agama dan NKRI, untuk senantiasa memperbanyak amalan-amalan yang baik beristigotsah, tahlil dan tahmid serta sholawat untuk keberkahan negara dan bangsa kita saat ini,” kata Ustadz Cecep melalui video berdurasi singkat yang beredar secara berantai dikalangan anggota dan simpatisannya, Selasa (14/5/2019).

Ustadz Cecep mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang saling menjaga diri dan tetap menunggu apapun hasil keputusan dari KPU tersebut tanpa terpancing isu dan provokasi-provokasi yang dapat memecah belah umat, bangsa dan negera.

“Mohon semuanya dapat menahan dan diri dan tetap bersabar menunggu apapun hasil dari Keputusan KPU untuk hasil dari Pemilu yang telah kita jalani bersama itu,”tegasnya.

Sebelumnya Ketua MUI Kabupaten Garut KH. Sirojul Munir ditempat terpisah dengan tegas menolak bahkan mengharamkan apapun bentuk People Power sebagaimana di dengung-dengungkan saat ini.

Munir bersama sejumlah elemen ormas islam di Garut menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga kebersamaan dan keutuhan umat bangsa dan negara ini.

“Khusus kepada warga Garut jika ada yang mengajak dengan membawa isu kedaulatan Rakyat atau Poeple Power dengan berangkat melakukan aksi Demo ke KPU pusat agar tidak ikut serta melakukannya,”tegasdnya.

Munir  berpendapat apapun bentuk yang mengatasnamakan kedaulatan Rakyat atau people power pihaknya mengharamkan hal tersebut, sehingga tidak ada alasan bagi warga Garut untuk ikut ikutan jika masih ada yang mengajak dan memprovokasi terkait hal tersebut.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang