Gapura Garut, – Harga cabai keriting di Kabupaten Garut mengalami kenaikan. Di tingkat petani, harga cabai keriting naik menjadi Rp28.000 dari sebelumnya Rp15.000 per kg.

Seorang petani cabai asal Kecamatan Cisurupan Garut, Asep, mengatakan, kenaikan harga cabai keriting dipicu oleh fluktuasi cuaca. Perubahan suhu, kata dia, membuat produksi cabai keriting terganggu.

“Suhu akibat cuaca yang berubah, misalnya suhu dingin karena hujan di sore dan malam hari berubah drastis menjadi panas di pagi serta siang, membuat produksi cabai terganggu,” kata Asep, Rabu (24/2/2016).

Menurutnya, banyak tanaman cabai keriting terserang penyakit akibat perubahan suhu cuaca ini. Dampaknya adalah stok cabai keriting berkurang.

“Sebenarnya permintaan tidak tinggi, namun karena stok yang kurang, harganya menjadi naik beberapa hari terakhir ini. Di tangan petani saja, harga cabai keriting sudah di kisaran Rp28.000 per kg, sementara sebelumnya hanya Rp15.000 per kg,” ujarnya.

Perubahan cuaca ini setidaknya menurunkan tingkat produksi cabai keriting di Cisurupan, Garut. Di musim cuaca normal, tambah Asep, petani yang menggarap lahan cabai keriting seluas satu hektare (Ha) mampu meraup panen seberat 15 ton.

“Sementara sekarang, satu hektare lahan hanya mampu menghasilkan cabai keriting paling banyak 10 ton. Seringnya di bawah itu,” imbuh Asep. •Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com