Gapura Garut ,- Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kabupaten Garut Sobur Kuswandar menyebutkan,  Pasokan elpiji ukuran 3 kg ke tingkat pengecer di Kabupaten Garut dibatasi.

Pembatasan tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengendalikan harga elpiji bersubsidi di masyarakat.

“Masyarakat yang biasanya membeli elpiji ke warung atau pengecer, sekarang bisa melakukan pembelian elpiji 3 kg langsung ke pangkalan,” Kata Sobur (5/10/2016)

Saat ini lanjut Sobur, pasokan gas elpiji 3 kg ke pangkalan juga ikut dikurangi. Biasanya satu pangkalan di Garut bisa mendapat pasokan elpiji 3 kg lebih dari 200 tabung per hari.

“Sekarang pasokan elpiji 3 kg ke pangkalan itu maksimal 200 tabung. Kebanyakan pangkalan justru hanya dipasok kurang dari 200 tabung,  karena mereka diwajibkan menjual elpiji ke masyarakat langsung,”Ungkapnya.

Sobur menambahkan batasan jumlah pasokan harian kepada pangkalan didasarkan pada jumlah penduduk di sekitar pangkalan yang bersangkutan.
Sementara itu keluarnya kebijakan pembatasan pasokan serta kewajiban pangkalan menjual langsung kewarga masyarakat karena maraknya penjualan elpiji subsidi di masyarakat dengan harga jual lebih dari Rp20.000 per tabung.

“Mahalnya harga elpiji subsidi ini diperburuk dengan sering kosongnya pasokan ke masyarakat. Makanya agar menanggulangi masalah itu, dibuatlah kebijakan pembatasan ini.,”Tuturnya.

Pada dasarnya semua itu tegas Sobur dilakukan dengan tujuan agar masyarakat kecil bisa mudah mendapat elpiji dengan harga yang sesuai ketetapan pemerintah.

Sejauh ini pemerintah sendiri menetapkan harga jual elpiji bersubsidi di tingkat agen sebesar Rp14.500 per tabung. Sementara di pangkalan, elpiji dapat dibeli dengan harga Rp16.000 per tabung.

“Saya mengingatkan agar setiap pangkalan di Kabupaten Garut, selalu melayani masyarakat yang melakukan pembelian langsung. Pangkalan sekarang tidak lagi diwajibkan untuk memasok ke pengecer. Bila ada pangkalan yang tidak melayani, laporkan kepada kami untuk ditindaklajuti. Biasanya akan ada sanksi untuk yang seperti ini,” tegasnya.

Terkait kelangkaan pasokan elpiji 3 kg, Sobur membantah hal tersebut. Ia menyatakan pasokan elpiji bersubsidi ke Kabupaten Garut normal di setiap harinya.

“Jumlahnya (elpiji) banyak, tidak ada kekosongan karena terus dipasok setiap hari, kecuali hari libur dan hari-hari besar ada pasokan fakultatif. Jika pun di pengecer kosong, mungkin itu karena pembatasan yang membuat masyarakat harus membeli ke pangkalan langsung. Tiap hari Garut ini dipasok elpiji 3 kg sebanyak 46.000 tabung,” tukasnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com