[MOJOKERTO] Sahrul Arif Wiguna (18), siswa sebuah SMA di Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur (Jatim), ditemui meregang nyawa di sebuah tali di kamar rumahnya, Sabtu (6/9).

Ia diduga  mengakhiri hidup karena kecewa dengan perceraian ayah-ibunya dan juga selalu dijauhi teman-teman sekelasnya. Maklum, Sahrul itu dikenal sebagai sosok pendiam namun berprestasi di sekolahnya.

Pemuda yang dikenal taat beribadah itu terlahir dari keluarga broken home Sahrul jgua dikenal sebagai pribadi yang tertutup, introvert dan gagap bergaul dengan rekan-rekan sekelasnya.

Berikut Surat Wasiat Sahrul:

 

Jika aku meninggal, jangan pernah menangisiku karena aku hanya menyusahkan kalian, dan tak pernah membuat kalian bahagia.

Cukup sampai SMP pendidikanku, tak cukup untuk menjadi orang terdidik. Jangan pernah ada yang mengenang tujuh, empat puluh, seribu hari dst.

Uang di ATM silakan disumbangkan ke sekolah yang belum memiliki fasilitas layak.

Salam kepada semua teman-teman dan selamat melanjutkan ke perguruan tinggi, serta sukses selalu untuk kalian.

Hidupku hanya cukup sampai di sini, terima kasih atas semua kritikan, dukungan, serta bantuannya.

Keluargaku akan hidup bahagia tanpa diriku. Semoga tidak akan ada lagi sesumbar tentang kalian.

Untuk semua teman-temanku pendidikan bukanlah hal utama. Melainkan kepribadian, mental dan iman.

Meskipun kalian membenciku karena kepribadian yang berbeda, aku akan selalu ingat kalian.

Selamat tinggal semuanya, selamat tinggal diriku yang penuh dosa. 

 

Arif Sahrul Wiguna”. [ARS/L-8]

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang