Sudah jadi rahasia umum kalau Central Intelligence Agency (CIA) selalu turut campur urusan dalam negeri orang lain. Sebagai negara adikuasa, enak saja para agen rahasia Amerika Serikat ini bermain menentukan pemimpin yang mereka suka. Kalau tak suka, dijatuhkan dengan berbagai cara. Mulai dari kudeta militer hingga pembunuhan.

CIA rajin mencoba segala cara untuk menumbangkan Presiden Soekarno. Periode 1953 hingga 1965, aneka operasi digelar untuk menjatuhkan Soekarno. Termasuk menyebar propaganda hitam soal sang proklamator ini.

William Blum, seorang sejarawan dan pengamat politik luar negeri AS menuliskan CIA kerap menggunakan propaganda seks dan pornografi untuk menjatuhkan lawan politik. Termasuk pada Soekarno yang dicap mereka bersahabat dengan komunis.

Agen-agen CIA mencium Soekarno seorang playboy dan sangat mengagumi wanita cantik. Mereka membuat kampanye hitam Soekarno berhubungan intim dengan pramugari cantik asal Rusia. Disebutkan pramugari itu sebenarnya adalah agen rahasia Rusia. Soekarno tak berdaya dirayu wanita pirang yang seksi tersebut.

Isu ini cukup berhasil membuat masyarakat internasional percaya Soekarno tukang mesum dan dikendalikan agen rahasia Rusia.

“Kesuksesan itu menginspirasi para pejabat CIA membuat langkah lebih jauh lagi. Mereka berniat memproduksi film porno Soekarno dengan seorang wanita pirang yang dibuat seolah-olah pramugari Rusia itu,” tulis Blum mengutip pengakuan mantan agen CIA Joseph Burkholder Smith yang menulis buku Portrait of a Cold Warrior.

Maka dicarilah pemain bintang porno yang mirip Soekarno. Kepala Kepolisian Los Angeles sampai turun tangan mencari pria berkulit gelap yang sedikit botak dan wanita pirang yang cantik. Namun rupanya tak ada yang mirip Soekarno.

Pihak CIA sampai membuat topeng khusus yang mirip Soekarno kemudian dikirim ke Los Angeles. Bintang porno disuruh memakai topeng Soekarno selama beradegan mesum. CIA merekam dan mengambil foto-foto adegan biru tersebut.

Namun foto-foto itu akhirnya tak jadi disebarluaskan. Banyak versi kenapa CIA batal menyebarkan adegan mesum itu. Sebagian peneliti menilai kampanye hitam seperti itu tak mempan untuk menjatuhkan Soekarno. Apalagi ada mitos yang percaya jika seorang laki-laki gagah dan berkuasa, sah-sah saja berhubungan dengan banyak wanita. Toh raja-raja di nusantara pun dulu memiliki banyak istri dan selir.

Tak jelas kini apakah CIA masih menyimpan adegan porno yang dibuat tahun 1958 itu di markas mereka.***

Sumber : MERDEKA.COM

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang