master_PSSI-DITUDING-AROGAN-008_0001-300x224 OLAHRAGA  PSGC Ciamis Nilai Sanksi Komdis PSSI, Otoriter dan Tendensius

Jumpa Pers, Manajemen PSGC Ciamis jelang Laga Melawan PSIS Semarang, Sabtu (11/10/2014) Foto Acep Budiawan

Gapura Ciamis,- Komisi Disiplin (Komdis) persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), akhirnya menjatuhi sanksi kepada Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC) satu-satunya klub sepakbola andalan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Sanksi Komisi Disiplin PSSI tersebut diantaranya berupa pertandingan tanpa penonton, dan melarang empat pemain inti PSGC Ciamis untuk mengikuti pertandingan selama 1 tahun berikut membayar denda sebesar 25 juta rupiah.

Sanksi tersebut dijatuhkan Komdis PSSI, karena panitia penyelenggara pertandingan saat laga PSGC melawan Klub Sepakbola Solo yang berlangsung ricuh, dianggap tidak mampu menyelenggaran pertandingan.

Komdis PSSI menilai, pihak PSGC tidak mampu meredam emosi para pemain dan supporter dari laskar galuh buat julukan supporter PSGC, yang dituding menjadi pemicu sehingga berujung kericuhan antar supporter.

Tudingan Komdia Disiplin PSSI tersebut kontan mendapat bantahan Panpel serta manajemen PSGC Ciamis. Dalam sebuah jumpa pers dikompleks Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (11/10/2014).

Jumpa Pers yang juga digelar jelang laga PSGC yang akan menjamu PSIS Semarang yang kan berlangsung hari Minggu (12/10/2014) Sore.

Pihak Manajemen PSGC menuding Komdis PSSI telah berlaku otoriter dan sepihak, karena menjatuhkan saksi tanpa didukung fakta-fakta yang terjadi di lapangan

“Kami menilai keputusan Komdis ini tidak mengindahkan hasil laporan dari panitia pengawas pertandingan yang ditunjuk resmi PSSI, padahal berdasarkan rekomendasi pengawas pertandingan seharusnya menjadi bahan pertimbangan dalam menjatuhkan sanksi tersebut”. Kata Herdiat, Manager PSGC dalam acara Jumpa Pers.

Menurutnya, upaya banding pihak PSGC tidak digubris sama sekali karena dalam putusan Komisi Disiplin PSSI tersebut langsung dinyatakan tidak boleh melakukan banding.

“Ini sangat tendensius sehingga patut diduga sebagai upaya untuk menjegal PSGC Ciamis yang merupakan wakil satu-satunya Klub sepak bola dari Jawa Barat yang mempunyai kesempatan bisa berlaga di ISL tahun mendatang”. Ungkapnya.

Herdiat juga menganggap keputusan Komdis tersebut telah melemahkan dunia persepakbolaan tanah air terutama bagi klub-klub yang tumbuh dari daerah seperti PSGC ini.

“Ini sarat dengan kepentingan dari klub-klub sepak bola yang berupaya masuk ISL dengan berbagai cara, bahkan mengintervensi PSSI dan berbuat tidak fair”, Tegasnya.

Sementara itu, Ketua panitia penyelengara PSGC Ciamis, Yasmin Sambas mengatakan, surat pemanggilan dari Komdis PSSI yang ditandatangani Hinca Panjaitan dan dikirim ke panpel PSGC tertulis surat undangan untuk dimintai klarifikasi terkait insiden kericuhan saat laga psgc Ciamis melawan Persis Solo pada tanggal 16 september 2014 lalu.

“Herannya lagi saat akan menghadiri sidang Komdis PSSI di kantor PSSI Jakarta, pihak kami tidak dimintai keterangan apapun sebagaimana tercantum dalam surat pemberitahuannya, sama sekali tidak diberikan hak pembelaan untuk mengklarifikasi”. Sesalnya.

Sambas menegaskan, pihaknya akan terus berupaya melayangkan surat protes berdasarkan fakta dan barang bukti yang ada di lapangan yang ditujukan kepada Ketua PSSI di Jakarta.
“Kami akan terus berupaya dan optimis, meski harus bermain tanpa penonton serta empat orang pemain inti tidak dimainkan saat menjamu PSIS semarang, saya yakin kita akan mampu memberikan perlawanan pada saatnya nanti”. Paparnya optimis.

Diketahui sebelumnya, laga pertandingan di Grup B delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia 2014 yang ketiga, di stadion Galuh Ciamis pada tanggal 4 Oktober 2014, pasukan Laskar Galuh Ciamis mampu mempercundangi Keseblasan yang pernah berlaga di ISL yaitu Persiwa Wamena dengan skor 2 – 0. Kemudian pada pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada tanggal 8 Oktober 2014 dikalahkan PSS Sleman dengan Skor 2 – 0. ***Acep Budiawan

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang