Gapura Kota Banjar , – Ada beberapa oknum pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kota Banjar, diduga kerap ngamar disalahsatu hotel kelas melati di Kota Banjar. Bahkan yang lebih parahnya lagi, ada salahsatunya yang ngamar pada siang hari atau pada saat jam kerja.

Seperti yang terjadi pada hari Senin (19/10/2015). Salah satu pegawai honorer tengah ngamar disalahsatu hotel kelas melati di Jalan Siliwangi sekitar pukul 11.00 WIB. Ia ngamar masih memakai seragam Linmas, namun yang terlihat hanya celananya saja, karena atasannya memakai jaket. Hal tersebut hanya salahsatu contoh dari beberapa oknum pegawai honorer yang kerap ngamar. Tentunya kasus ini membuat publik berang.

Seperti yang diucapkan Sandra Gumbara, salahsatu aktivis mahasiswa di Banjar. Menurutnya tindakan seperti itu tidak sepatutnya di lakukan, apalagi ini dilakukan  oleh oknum pegawai honorer. Hal tersebut tentunya telah melanggar kode etik dan mencoreng nama instansinya.

“Ini sangat mencoreng, Pemkot Banjar harus segera bertindak, bukan sekedar peringatan tapi dikeluarkan saja supaya jera dan menjadi sebuah perhatian  bagi pegawai PNS atau honorer lainnya,”ucap Sandra baru-baru ini.

Sandra menambahkan, hal seperti ini jelas bukan menambah citra baik di masyarakat, melainkan akan memberikan sebuah nilai dan pandangan negatif. Untuk itu, maka harus ada perhatian mengenai kasus seperti ini baik instansi dan pemerintah Kota Banjar untuk memberikan arahan tegas. Jangan sampai dianggap remeh, karena budaya-budaya seperti ini timbul dari hal yang di anggap biasa,”imbuhnya.

Hal yang sama pun dikatakan Ahmad Muhafid, selaku ketua PMII Kota Banjar. Menurutnya, hal seperti ini sangat di sayangkan, karena perilaku asusila tersebut tidak mencerminkan Kota Banjar sebagai Kota agamis. Dirinya berharap perilaku para oknum honorer tersebut dapat dibuka ke publik dengan cara mmberikan sanksi sosial.

“Saya  yakin dapat memutus mata rantai sisi gelap dunia oknum pegawai honorer.
Kalau kita anatomikan adanya perilaku korupsi, ya berawal dari gaya hidup yang glamour. Saya minta buka saja, supaya oknum horoner seperti itu dipecat,”katanya.

Sementara itu, Agus Eka Sumpana selaku Kepala Inspektorat Kota Banjar menyesalkan jika ada oknum honorer yang berbuat seperti itu, apalagi ia berbuat pada jam kerja. Dirinya menegaskan bahwa bagi yang terbukti melakukan hal itu akan mendapat sanksi tegas.

“Saya akan laporkan dulu ke atasannya, jika terbukti ada oknum honorer seperti itu, maka sanksinya akan lebih berat dari PNS,”tegasnya.***Hermanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com