Gapura Sumedang ,- Aktifis Seni dan budaya dari Yayasan Sunda Sadulur, Jawa Barat Lenny Maryani mengatakan  apresiasi dari pemerintah daerah terhadap seni dan budaya daerah di Sumedang masih sangat minim.

Menurutnya, sejauh ini, para pelaku seni dan budaya di Sumedang terkesan berjalan sendiri-sendiri, dan masih belum bisa disatukan.

“Yang saya rasakan dan lihat serta hasil pengamatan di lapangan seni dan budaya belum mendapatkan perhatian maksimal. Ini sangat disayangkan sekali,” ujarnya.

Oleh karenanya tidak heran jika seni dan Budaya Sumedang gaungnya tidak terdengar lagi.

“Padahal jika dimaksimalkan, keanekaragaman seni dan budaya Sumedang melebihi dari daerah lainnya. Bahkan jika mampu digali bisa sejajar dengan Kota Surakarta (Solo) maupun Jogjakarta yang selama ini terkenal dengan budayanya,” tuturnya.

Lenny menggambarkan, sampai saat ini di Sumedang memiliki 48 jenis kesenian yang menjadi pondasi budaya.

“Jumlah itu lebih banyak dari jenis kesenian di Bali. Potensi ini tak akan muncul jika Pemkab Sumedang tetap cuek dan para pelaku seni di Sumedang tetap berjalan sendiri-sendiri,” ucapnya.

Karenanya, lanjut Lenny, untuk mengangkat potensi ini upaya yang bisa dilakukan adalah diperlukan pemikiran bersama dan dukungan dari masyarakat serta pemerintah daerah.***Dikutif dari rmoljabar.com

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang