wp-1482047450820-300x225 PARIWISATA BUDAYA  Kirab Pusaka Membawa Pesan Pergantian Nama Kabupaten Ciamis Menjadi Galuh

Bupati Ciamis H. IIng Syam Arifin saat menerima kirab pusaka Galuh di Gedung Pendopo, foto Dedi


Gapura Ciamis ,- Kirab Pusaka bekas peninggalan Kerajaan Galuh untuk pertama kalinya diarak warga dalam iring-iringan menuju Gedung Pendopo Kabupaten Ciamis, Minggu (18/12/2016).

Iring-iringan kirab pusaka tersebut dimulai dari lokasi situs Jambansari sebuah lokasi peninggalan sejarah tatar Galuh di Kabupaten Ciamis.

Dengan beriringan membentuk barisan pasukan kirab pusaka berjalan kaki sambil membawa berbagai jenis benda pusaka peninggalan Kerajaan Galuh.

Acara dengan nama “Ngamumule Budaya Galuh” tersebut diikuti ratusan orang yang merupakan perwakilan dari 150 lebih Kabuyutan yang berada diwilayah tatar Galuh Ciamis.

Arak arakan pusaka tatar Galuh akhirnya tiba di Kantor Bupati Ciamis untuk kemudian kembali ke situs Jambansari guna dilakukan Jamasan atau prosesi pencucian benda benda pusaka tersebut.

Digedung pendopo atau kantor Bupati iring iringan kirab pusaka diterima dan disambut langsung Bupati Ciamis Iing Syam Arifin beserta sejumlah pejabat pemerintah setempat.

Hadir dalam acara tersebut salah seorang anggota DPR RI yang merupakan tokoh Jawa Barat Hj. Popong Oce Djunjunan yang akrab disapa Ceu Popong.

Secara khusus Ceu popong sengaja menghadiri acara kirab pusaka tersebut karena memilik nilai sejarah budaya cukup berpengaruh di Jawa Barat.

Sementara itu kirab sendiri dipimpin oleh Rd. H. R. Hanif Radinal yang merupakan generasi ke 6 dari Bupati RAA Kusumadiningrat atau Bupati Galuh ke 16.

Kirab pusaka ke kantor Bupati tersebut sekaligus membawa misi berupa wacana yang berkembang untuk mengganti nama Kabupaten Ciamis menjadi Kabupaten Galuh.

Sambil menyalami satu persatu para pembawa pusaka peninggalan Galuh tersebut, Bupati Iing Syam Arifin sempat melihat dan memperhatikan salah satu dari sekian banyak benda pusaka tersebut.

Terkait dengan usulan pergantian nama Kabupaten Ciamis menjadi Galuh, Bupati Iing mengamini jika kemungkinannya sangat terbuka lebar.

“Soal pergantian nama tinggal menempuh mekanisme saja dalam pelaksanaanya,”Kata Iing kepada wartwan.

Kegiatan Kirab pusaka tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan dan selanjutnya akan dijadikan kegiatan tahunan.***Dedi Kuswandi

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang