gambar-bupati-dan-IJTI-berbagi-300x199 PARIWISATA BUDAYA PERISTIWA  Bersama Bupati Garut, IJTI Salurkan Santunan di Kecamatan Kersamanah

Bupati Garut Rudy Gunawan bersama teman-teman IJTI dan sebagian warga kp. Cilincing usai menyerahkan santunan IJTI Berbagi. Kamis (17/7/2014). poto jmb

Gapura Garut ,- Memasuki hari kedua penyaluran santunan dari program “IJTI Berbagi” yang merupakan program sosial bulan Ramadhan 1435 H, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia  (IJTI) Biro Garut, menyalurkan santunannya pada keluarga miskin atasnama Ipong (40) warga Kampung Cilincing, Desa Kersamanah, Kecamatan Kersamanah Garut.

Ipong adalah penderita gangguan jiwa dengan kondisi sempat dipasung dan tinggal digubug berukuran 1 x 1,5 meter dengan kondisi sangat memprihatinkan. Ipong juga sempat menjadi objek liputan teman-teman jurnalis televisi dan ditayangkan disejumlah stasiun televisi swasta nasional.

“Ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kita terhadap nasib Ipong yang sempat menjadi objek liputan jurnalistik temen-temen jurnalis televisi”. Kata Ridwan Mustopa salah seorang jurnalis televisi anggota IJTI Garut disela-sela penyampaian santunan tersebut Kamis (17/7/2014).

Ridwan menambahkan, pihaknya  tidak ingin hanya menjadikan mereka objek pemberitaan, melainkan juga memberikan bantuan riil sesuai dengan yang mereka butuhkan,”Mudah-mudahan saja kepedulian ini bisa sedikit membantu supaya keluarga bu Ipong ini tidak terlalu terbebani dengan nasib bu Ipong yang begitu adanya”. Imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan yang bersedia mengikuti kegiatan tersebut, berkenan menyampaikan santunan yang berhasil dihimpun oleh program “IJTI Berbagi” dari berbagai sumber, baik kalangan pengusaha, pejabat serta para donatur lainnya.

“Ini memang bagian dari problem kita, saya berangkat dari data statistik, Garut ini masih memiliki sekitar 30 persen atau lebih dari satu juta warganya  yang masih hidup dalam kategori memprihatinkan”. Kata Rudy sesaat setelah menyerahkan santunan bersama program IJTI Berbagi.

Rudy mengatakan yang menjadi permasalahan saat ini, adalah perlu melakukan evaluasi yang mendalam terhadap program-program pengentasan kemiskinan yang nilainya mencapai 40 milayar lebih.”ini angka yang cukup besar namun hasilnya masih belum mampu mengatasi masalah-masalah ini seperti kondisi yang kita saksikan saat ini, satu keluarga miskin anaknya menderita gangguan jiwa dan lain sebagainya”. Paparnya.

Tentu saja kita semua prihatin, dan insya alloh lanjut Rudy, pihaknya bersama jajaran pemerintahan akan melakukan yang terbaik, seperti mencanangkan hari kamis berbagi, dimana Bupati Garut setiap hari kamis tidak akan dapat dijumpai dikantornya pada jam kerja melainkan melakukan kunjungan ke daerah-daerah mengunjungi warga-warga yang seperti ini keadaanya untuk berbagi dan mendengarkan keluh kesahnya.

Bupati Rudy optimis, setelah RPJMD 2014 disahkan DPRD Garut, pihaknya dapat melangkah dengan program-program untuk mempercepat peningkatkan kesejahteraan masyarakat.***Kus-Kus Markuseu

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang