GRT_GUNUNG-GUNTUR-KEBAKARAN.1-001_0001-300x225 PERISTIWA  Kawasan Hutan Pinus Gunung Guntur Ludes Terbakar

Kawasan Hutan Pinus Gunung Guntur Garut terbakar, Minggu (14/9/2014) poto jmb

Gapura Garut ,- Puluhan hektar hutan pinus di kawasan gunung Guntur kabupaten Garut , Jawa Barat, ludes terbakar, Minggu (14/9/2014). Kepulan asap terlihat terus membumbung tinggi dari bagian samping dan puncak gunung Guntur yang himpir sepanjang waktu terlihat Gundul.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api tiba-tiba muncul melalap habis kawasan hutan yang terdiri dari tanaman pinus dan beberapa jenis tanaman penghijauan lainnya serta lebih didominasi ilalang dan rumput liar.

“awalnya yang terlihat kepulan asap terus membumbung tinggi, kemudian dikuti dengan kobaran api yang terlihat dari jauh cukup besar”. Kata Dasep salah seorang penambang pasir dikawasan kaki gunung Guntur.

Menurutnya, bagi warga yang tinggal disekitar gunung Guntur kejadian kebakaran sudah dianggap biasa, karena hampir setiap musim kemarau selalu terjadi kebakaran.

“Kebakaran Gunung Guntur hampir setiap musim kemarau selalu terjadi kebakaran karena mungkin kondisi diatas gunung memang yang tumbuh kebanyak terdiri dari ilalang yang cepat mongering jika musim kemarau”. Ungkapnya.

Kebakaran hebat di gunung Guntur ini terus terlihat merembet mulai dari blok cilopang, blok rejeng meluas hingga ke sejumlah blok lain di sekitar kawasan gunung yang terkenal gundul hampir sepanjang waktu ini.

Menurut Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Garut, peristiwa kebakaran hutan dikawasan gunung Guntur ini, menyebabkan lahan seluas 70 hektar yang penuh dengan alang-alang dan pohon pinus habis terbakar.

“Diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 70 hektar, dan api terus merembet kekawasan lainnya mengingat cuaca musim kemarau sangat panas dan angin kencang terus bertiup dikawasan tersebut”. Kata Imat Ruhimat, Salah seorang Petugas BPBD Garut dikaki Gunung Guntur.

Imat menambahkan, sejauh ini penyebab pasti kebakaran tersebut belum dapat diketahui, namun dirinya menduga bisa karena faktor alam dimana Gunung Guntur yang kondisinya gundul dan hanya ditumbuhi ilalang akan sangat mudah terbakar bila kondisi panas yang melebihi suhu rata-rata akibat kemarau panjang ini.

“Cuaca panas dan musim kemarau, diduga menjadi pemicu merembetnya api dengan cepat melalap habis pepohonan dan ilalang yang ada, atau bisa juga berasal dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab membuang puntung roko sembarangan, bisa juga karena faktor alam lainnya”. Paparnya.

Sejauh ini menurut Imat, meski lahan cukup luas yang terbakar, namun masih jauh dari kawasan penduduk dan objek wisata Cipanas Tarogong yang berjarak antara dua hingga lima kilometer lebih dari titik api.

“untuk sementara kebakaran ini tidak sampai mempengaruhi aktivitas wisata di Cipanas dan masyarakat di sekitarnya terutama aktifitas penggalian pasir di kawasan Citiis dan Blok Sereuh Jawa di kecamatan tarogongkaler dan juga kawasan tempat aktifiatas warga lainnya”. Pungkasnya.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang