DSC_0344-300x199 PERISTIWA  Truk Fuso Pengangkut Dus Bekas Masuk Jurang

Petugas Satlantas Polres Grarut menunjukan Bangkai Truk Fuso yang berada didalam jurang, Rabu (17/9/2014) Foto, jmb

Gapura Garut ,-  Truk fuso pengangkut kardus bekas dari arah Garut  tujuan kearah Bandung masuk  ke jurang dengan kedalaman antara 5 hingga 10 meter di kawasan Tutugan Leles, Kampung Leuweung Tiis, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa barat.

Yudi (34)  sang pengemudi Fuso nahas tersebut, mengaku tanggung saat berpapasan dengan sebuah Bus yang tiba-tiba datang dengan posisi mengambil sebagian badan jalan, sehingga dengan sangat terpaksa dia harus membantingkan mobilnya kearah kiri untuk menghindari tabrakan.

“daripada terjadi  tabrakan saya membanting setir kearah kiri menghindari Bus yang datang tiba-tiba dari arah berlawanan, namun karena truk berat dengan muatan akhirnya terbalik hingga tiga kali dan masuk ke jurang”. Ungkapnya saat dimintai keterangan, Rabu (17/9/2014).

Meski Tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.45 WIB tersebut, namun Yudi sang sopir dan kernetnya yang bernama Rikiy (18 ) menderita luka ringan dibagian kaki dan bokongnya.

Sementara itu, Kepala Unit Laka Satlantas Polres Garut Ipda Saep Balya membenarkan insiden kecelakan tersebut akibat menghindari tabrakan.

” Truk bernopol D 8623 DI ini mencoba menghindari tabrakan dengan bus Primajasa yang berangkat dari arah Bandung menuju Garut. Bus tersebut mengambil posisi melebihi marka jalan sehingga hampir berhadapan tepat dengan truk yang akan berangkat menuju Bandung”.Paparnya

Saat itu lanjut Saep, sopir truk kehilangan kendali ketika melintasi tikungan yang menurun dengan maksud ingin menghindari tabrakan dengan Bus. Meski tidak sempat terjadi tabrakan, Bus Primajasa tetap menyerempet badan truk. Truk yang dalam kecepatan sedang langsung terjun ke jurang setelahnya.

“Bus Primajasa melarikan diri. Kami masih mencari pengemudi bus itu,” ujarnya.
Menurut Saep, pihaknya baru akan mengangkut bangkai truk tersebut pada malam hari. Tujuannya untuk menghindari padatnya arus lalu lintas jalan penghubung Bandung-Garut tersebut”. Imbuhnya.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang