demo-maaang-GMNI-300x224 PERISTIWA  GMNI Turun Kejalan, Protes Garut Keluar dari Daerah Tertinggal

Salah seorang perwakilan pendemo dari GMNI sedang melakukan Orasi diBunderan Simpang Lima Tarogong Kidul Garut, Rabu (22/10/2014) foto jmb

Gapura Garut,- Sejumlah aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional indonesia (GMNI) Kabupaten Garut, Jawa Barat  menggelar aksi turun kejalan memprotes kebijakan pemeintah pusat yang telah mengeluarkan Kabupaten Garut dengan status baru sebagai daerah yang tidak lagi menyandang daerah tertinggal.

Para mahasiswa GMNI ini menilai kebijakan pemerintah pusat tersebut tidak sesuai dengan fakta dan realitas dilapangan yang sesungguhnya.

“Garut ini masih belum layak dinyatakan keluar dari statusnya sebagai daerah tertinggal, karena kesejahteraan dan lainnya masih jauh dibawah standar, termasuk dalam peningkatan ekonomi yang selama ini didengung-dengungkan oleh pemeritah Garut belum ada yang sesuai degan realisasinya”. Kata Arif Hanbal koordinator aksi, Rabu (22/10/2014).

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Garut harus kebali mengkaji ulang tentang SK Menteri PDT no 414 tahun 2014 yang menyatakan Garut terlepas dari daeah tertiggal, namun semua itu bertentangan dengan realitas yang ada.

“Sejauh ini belum ada keterangan resmi mengenai kriteria penilaian yang dicapai kabupaten Garut hingga layak dinyatakan lepas dari daerah tertinggal, ini aneh dan pemerintah bersikap sepihak dalam hal ini”. Ungkapnya.

Pada bagian lain tuntutannya, para aktifis GMNI tersebut juga meminta pemerintah Kabupaten Garut harus menolak keras jika ada investor asing yang akan menanamkan sahamnya di kabupaten Garut. keudia meminta pemerintah membenahi dan membangu ekonomi kerakyatan sesuai amanat TRISAKTI (Berdikari di Bidang Ekonomi).

Para mahasiswa GMNI ini juga meminta pemerintah segera menghentikan ijin pembangunan pasar-pasar modern baik Indomaret, Alafamart, Yomart dan Mall.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang