GARUT_04-12-2014_UPDET_KORBAN-MENINGGAL-OPLOSAN-004_0001-300x224 PERISTIWA  Maaang...!! Miras Oplosan di Garut Telah Merenggut 16 Korban Tewas

Korban meninggal akibat mengak miras oplosan masih terbujur kaku di IGD RSUD Garut, Kamis (4/12/2014) foto jmb

Gapura Garut,– Dua pemuda masing-masing Agus (18) warga Pangdaharan, Kecamatan Wanaraja serta Deden (26) warga Kecamatan Leles,  akhirnya meninggal dunia setelah masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dokter Salmet Garut. Keduanya meninggal dunia setelah mengeluhkan pusing-pusing mual serta muntah muntah setelah sebelumnya sempat mengkonsumsi miras oplosan.

Kematian kedua pemuda tersebut menggenapkan data sementara yang meninggal dunia akibat menegak miras oplosan jenis Cherrybelle di Garut hingga berita ini dilansir menjadi 16 orang korban meninggal dunia.

“Dari catatan kami, yang tewas di IGD rumah sakit menjadi 16 orang. Jumlahnya bertambah dari sebelumnya 14 jadi 16 orang, karena ada pasien bernama Agus dengan ciri gejala sama, baru datang ke IGD lalu meninggal. Deden juga meninggal. Padahal Deden sudah sempat dirawat sejak subuh tadi,” kata Asep Roni Irianto, petugas medis IGD RSUD dr Slamet Garut, saat dihubungi Kamis (4/12/2014).

Sementara empat pasien lain masih mendapat perawatan intensif dan pemulihan. Dua korban yang kritis adalah Moch Yanwar (22) warga Kecamatan Leles dan Irfan (19) warga Kecamatan Wanaraja, sementara dua korban dirawat di ruang rawat inap yaitu Roni (19) dan Romi (17), warga Kecamatan Garut Kota.

“Jadi total yang masuk ke IGD, baik yang sudah meninggal dan yang masih hidup ada 20 orang,” ujarnya.

Asep mengaku jumlah korban akibat miras oplosan di Garut bisa lebih banyak. Sebab dari informasi yang dia terima, sudah ada pula warga lain tewas sebelum sempat dibawa ke IGD.

“Saya dengar dari pihak keluarga yang mengantar ke sini, katanya ada juga yang meninggal di luar rumah sakit. Satu orang di (Kecamatan) Cibatu dan satu lainnya di Leles. Dua orang keburu meninggal sebelum sempat dibawa ke sini. Ciri-cirinya sama, keracunan miras,” ungkapnya.

Adapun ke-16 orang yang tewas di IGD rumah sakit ini adalah Sudar (15) warga Sukaregang, Kecamatan Garut Kota; Ripal (18) warga Sukaresmi, Kecamatan Bayongbong; Asep (23) warga Sindangwargi, Kecamamatan Tarogong Kaler; Budiman (24) warga Kecamatan Garut Kota; Dani (23) warga Kecamatan Garut Kota; Yanyan (24) warga Kecamatan Garut Kota; Sobar (25) warga Kecamatan Garut Kota; Andri (19) warga Kecamatan Bungbulang; Erwin (20) warga Kecamatan Garut Kota; Denis (22) warga Kecamatan Cibatu; Firman (30) warga Cinunuk Kecamatan Wanaraja; Taryana (24) warga Kecamatan Sucinaraja, Engkus (26) warga Kecamatan Leles, Egi (20) warga Kecamatan Wanaraja; Agus (18) warga Pangdaharan, Kecamatan Wanaraja; dan Deden (26) warga Kecamatan Leles.

Sementara itu, aparat kepolisian kesulitan dalam mengungkap tingginya kasus miras di Garut. Wakapolres Garut Kmpol Irfan mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan terkait kasus tersebut.

“Kami telah menangkap dua orang diduga tersangka peracik miras oplosan tersebut dan kini masih terus dikembangkan oleh pihak reserse untuk memastikan keterlibatan pihak penjual miras oplsan tersebut”. Kata Kompol Irfan, Kamis (4/12/2014).

Menurutnya, sejauh ini pihaknya masih belum dapat menyimpulkan penyebab kematian para korban tersebut apakah dari miras oplosan atau apa, karena masih menunggu hasil dari pihak medis RSUD dokter Slamet Garut.

“Untuk penyebab kematian secara pastinya belum dapat kami simpulkan karen masih menunggu keterangan resmi hasil dari pemeriksaan medis di RSUD Garut” Ungkapnya.***TG

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang