poto-camat-dan-PKK-300x225 PERISTIWA  Camat Banyuresmi Kunjungi Fitri Gadis Penderita Tumor Kaki

Camat Banyuresmi Hj Rusmanah berseta Para ketua PKK Desa se Kecamatan Banyuresmi saat mengunjungi Fitri, foto Kus

Gapura Garut ,- Menerima informasi terkait salah seorang warganya yang menderita Tumor dibagian kaki atasnama Fitri (21) warga Kampung Leuweung Tiis Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi mengundang perhatian Camat Banyuresmi Hj Rusmanah. Bersama para Ketua penggerak PKK sejumlah didesa diwilayah kecamatan Banyuresmi melakukan kunjungan langsung ke rumah orang tua fitri.

Kunjungan Camat Banyuresmi tersebut juga mendapatkan apresiasi dari Anggota DPRD Garut dari Fraksi PKB Dapil 5 Teti Sutiasi yang juga bersedia mengunjungi penderita tumor tersebut.

“kami memang mendapatkan informasi melalui media dan para kader PKK yang melaporkan ada warga kami yang menderita tumor dibagian kakinya”, Kata Hj Rusmanah kepada wartawan, Rabu (18/11/2015).

Menurutnya, kedatangannya ke Kampung Leuweung tiis sengaja bersama sejumlah ketua PKK Desa yang berada di Kecamatan Banyuresmi untuk melihat langsung kodisi warganya yang sudah lama menderita tumor dibagian kaki kirinya.

“Bukan hanya menengok Fitri pendeita tumor saja, kami juga mengunjugi keluarga Yani Nuraeni dan  Jaenudin yang juga menderita penyakit denga kondisi cukup memprihatinkan”, Tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Hj Rusmanah juga menyerahkan bantunan untuk membantu biaya hidup ke tiga  keluarga dan penderita peyakit tersebut.

“Saya telah minta para Kepala Desa yang ada di Kecamatan Banyuresmi agar lebih pro aktif dan responsif dalam menyikapi berbagai persoalan di masyarakat terutama tentang kesehatan masyarakat masyarakat jangan sampai ada yang menderita sakit tdak dapat menjalani pengobatan yang maksima”, Tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Fitri, adalah gadis anak ke tiga dari pasangan Nanang ( 42) dan Ny. Enung( 41) dan tinggal di Kampung Leuwengtiis Rt 01, RW 01,  Desa Sukaraja,  Kecamatan Banyuresmi,  Kabupaten Garut,   awalnya tidak menyangka jika dirinya harus menderita dan menahan rasa sakit yang berkepanjangan gara-gara tumor dikakinya.

Menurut keterangan Enung ibu kandungnya, Fitri sudah merasakan penderitaan dikakinya sejak tahun 2008 silam saat ia duduk dibangku SMP, namun saat itu seperti tidak terlalu dipermasalahkan,  tumor yang diderita Fitri masih kecil dan tidak terlihat karena bisa ditutupi kaos kaki.

“Mulai ketahuannya pas tahun 2008 saat dia SMP, tapi sebelumnya juga dari awal-awal lahir sudah ada seperti tanda-tanda hitam, kami mengira itu tanda lahir biasa saja”, Kata Enung saat ditemui di rumahnya, Minggu (15/11/2015).

Enung mengatakan semenjak mengetahui anaknya menderita tumor, ia segera membawanya ke  RSU dr Selamet Garut untuk menjalani pengobatan dengan harapan dapat menyembuhkan penderitaan yang dialami anaknya tersebut.

“berbekal kartu Jamkesmas yang kami miliki Fitri saya bawa ke RSU dokter Slamet dan sempat dirawat selama dua hari. Kemudian karena di RSU Garut tidak memiliki cukup peralatan untuk mengobatinya, kami di rujuk ke RSHS Bandung dan mendapatkan perawatan selama dua bulan”, Ungkapya.

Selama berbat di RSHS Bandung meskipun menggunakan Kartu Jamkesmas tetap saja banyak obat yang harus dibelinya diluar tanggung biaya pemerintah tersebut, belum lagi biaya selama menunggu Fitri dirawat dirasa sangat membebani perekonomian keluarganya.

“Saat itu Fitri berobatnya belum tuntas keburu kehabisan biaya untuk menunggu dan membeli obat-obatan diluar tanggungan jamkesmas, makanya terpaksasa kami bawa pulang dan pengobatannyapun sampai saat ini terhenti”, Tuturnya.

Setelah pengobatannya terhenti, penderitaan Fitri semakin menjadi-jadi. Hampir setiap malam ia mengaku tidak bisa tidur karena harus menahan rasa sakit yang makin menyiksa.

“Setiap hari badan saya panas seperti sedang demam tinggi, sekujur tubuh terasa sakit dan lemas tidak bisa lagi beraktifitas kecuali duduk dan tiduran ditempat tidur atau dikursi dalam rumah”, Kata Fitri sambil meringis menahan sakit.

Saat ini kata Fitri, selain menahan rasa sakit disekujur tubuh, dari bagian benjolan tumornya tersebut mulai mengeluarkan bau tidak sedap.

“benjolan di kaki kiri saya ini terus membesar dan mulai pecah  mengeluarkan nanah “, ucapnya lirih.

Fitri mengaku masih berharap dapat meneruskan berobat untuk dapat kembali sembuh, namun harus bagaimana lagi kondisi ekonomi keluarganya sudah murat marit tidak cukup lagi jika harus memaksakan berobat.

“Saya sekarang cuma bisa parsah karena kasihan kedua orang tua saya sudah tidak memiliki lagi biaya untuk pengobatan saya meski berkali-kali menggunakan Jamkesmas namun tetap saja harus mengeluarkan banyak uang”, Imbuhya.***Kus Kus Markuseu

 

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang