PON XIX Jabar 2016

PON XIX Jabar 2016

Gapura PON Jabar ,- Tuan rumah Jawa Barat terus menambah koleksi raihan medali PON XIX/2016, hingga Jumat (23/9/2016) pagi  Jabar telah mengantongi  105 medali Emas, 54 perak, 68 Perunggu dengan jumlah raihan medali 227 makin kokoh menempati posisi puncak perolehan medali.

Urutan kedua masih tetap diduduki Jawa Timur dengan  dengan 61  Emas,  61 Perak, 61 Perunggu dengan total raihan medali 183. Sementara urutan ketiga masih juga ditempati DKI Jakarta  dengan 53  emas, 62 perak, dan 60 perunggu, total raihan medali 175 medali.

Jawa Tengah yang  berhasil menyodok ke posisi empat dengan 14 Emas, 22 Perak dan 35 Perunggu dengan total medali 71. Sementara Sumatra Utara makin yakin menduduki posisi ke lima dengan   13 emas,  12 perak, dan 15 perunggu dengan total perolehan medali 40.

Diposisi ke enam ada Papua dengan  10 Emas, 7 Perak dan 14 Peruggu dengan total raihan medali 31.

Sementara itu dari Kompetisi di cabang olahraga aeromodelling semakin ketat setelah Jawa Barat menjadi juara pada dua kelas, remote control F3R dan F3J. Dua bersaudara asal Kota Depok, Rama Tulong dan Dion Tulong, sama-sama meraih medali emas di kelasnya masing-masing pada pertandingan yang digelar di Lapangan Udara Sulaeman, Kabupaten Bandung, Kamis (22/9/2016).

Rama membukukan catatan terbaik pada kelas F3R dengan raihan 402,7 poin mengalahkan atlet Jawa Timur, Sofyan Syaifudin yang mencatat skor 402,50 dan atlet Jabar lainnya, Muhammad Andri Abirezky, dengan 410,96 poin.

Adik Rama, Dion Tulong, melibas atlet DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada kelas F3J. Dion menutup pertandingan dengan hasil akhir 1.976,1 poin, sedangkan Widodo Agung Suseno (Jakarta) meraih 1.879,3 poin, dan Wigit Ichtiarso meraih 1.865,1 poin.

Pelatih Jabar kelas remote control F3R dan F3J, Davy Tulong, menyebut kemenangan dua atlet kakak-beradik tersebut merupakan buah dari kerja keras dan kedisiplinan mereka saat berlatih.

Davy menyebut, selain faktor teknis, dia juga sudah yakin akan memenangkan dua kelas aeromodelling ini karena percaya pengalaman Rama dan Dion bisa mengalahkan pesaing-pesaingnya.

“Kalau kami enggak yakin menang, ya, namanya lotre. Kami tidak ada rahasia untuk memenangkan pertandingan ini, hanya latihan dan persiapan mental yang baik,” kata Davy, Kamis (22/9/2016).

Davy menekankan, seorang atlet harus memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi dalam menghadapi kompetisi. Namun bukan berarti asal pede, tanpa melakukan perhitungan yang matang.

Modal itu nantinya diperlukan untuk menghadapi tekanan-tekanan yang akan terjadi saat pertandingan berlangsung baik secara teknis ataupun nonteknis.

“Kami sebagai olahragawan harus sombong kepada lawan. Kita tidak bisa sungkem-sungkem saat berhadapan dengan lawan,” ujarnya.***TGM (sumber situs resmi PON XIX Jabar)

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com