Ratusan anak-anak korban banjir saat mendapatkan trauma healing dari teman teman jurnalis Tasikmalaya, foto jmb

Ratusan anak-anak korban banjir saat mendapatkan trauma healing dari teman teman jurnalis Tasikmalaya, foto jmb

Gapura Garut ,- Selain datang membawa banyak bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Garut, sejumlah awak media di Kota Tasikmalaya juga menampilkan kemampuan kretaif mereka melalui pentas sulap dan badut bagi anak-anak koraban bencana.

Sontak kehadiran para jurnalis ditengah-tengah warga korban banjir tersebut terutama anak-anak sangatlah menghibur.  Anak-anak dapat melupakan sejenak peristiwa bencana yang masih melekat kuat diingatan mereka saat peristiwa itu menimpa.

Bertempat dilokasi korban banjir bandang Desa Sukaratu Kecamatan Banyuresmi tepaynya di SDN Sukaratu 1, sejumlah jurnalis dari Forum Komunikasi Jurnalis Tasikmalaya menyempatkan untuk menghibur sekitar 170 anak-anak SD yang menjadi korban banjir bandang Garut.

Penampilan pesulap dengan berdandan badut menjadi magnet yang sangat menghibur bagi anak-anak setempat sehingga tampak suka cita dan ceria penuh tawa ria.

“Ini sebagai wujud kepedulian kami teman-teman jurnalis di Tasik untuk para korban bencana banjir di Garut. Mereka butuh banyak yang menghibur agar trauma akibat bencana diingitan mereka cepat pulih,” Kata Hendra Herdiana Kordinator kepedulian jurnalis Tasikmalaya, Senin (26/9/2016).

Hendra menyebutkan pihaknya memilih memberikan trauma healing agar para anak-anak korban bencana cepat pulih rasa traumanya dan mereka dapat kembali beraktfitas seperti biasanya.

“Kami juga menghimpun dana dari pada donatur di Tasik dan secara kebetulan teman-teman kreatif kami memiliki kemampuan menghibur melalui sulap dan badut mudah mudahan bermanfaat,”Harapnya.

Sementara itu Ihat Solihat salah seorang guru SDN 1 Sukaratu menyambut baik kegiatan yang digelar para jurnalis Kota Tasik tersebut.

“Ini sangat menghibur dan anak-anak didik kami sangat terkesan. Alhamdulillah semoga amal baik teman-teman semua mendapatkan balasan yang lebih besar lagi,”ungkapnya.

Menurut Ihat, para siswa di SDN 1 Sukaratu hampir sebagian besar merupakan warga korban banjir karena berasal dari tiga kampung yang terkena bencana banjir saat banjir bandang melanda pada 20 September 2016 lalu.

“Air dibagunan sekolah ini mencapai lebih dari 1,5 meter dan sebagian anak didik kami adalah korban banjir karena mereka berasal dari tiga kampung yang terkena banjir itu,”Sebutnya.

Pihak sekolah lanjut Ihat sagat berterimaksih mendapatkan bantuan berupa paket kelengapan sekolah anak-anak, pakaian juga bahan makanan tersebut.***TGM

 

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com