09-diah-300x179 SENI & HIBURAN  Hari Film Nasional 2015, Tradisi PARFI Garut Kunjungi Tugu Selaawi

Hj Diah Kurniasari Rudy Gunawan, bersama jajaran pengurus DPC PARFI Garut, seusai pertemuan jelang kegiatan Hari Film Nasional 2015.
(Foto Istimewa)

Gapura Seleberita ,- Momentum kesejarahan Hari Film Nasional, Senin 30 Maret 2015, dijadwalkan diperingati PARFI Garut dengan menggelar kembali acara hening cipta di lokasi Tugu Juang Selaawi, Kp Cihayam, Desa Selaawi, Kecamatan Selaawi, Garut. Ini agenda tahunan DPC PARFI Garut, yang ditandai sejak tahun 2010 semasa kepemimpinan Rani Permata Diky Chandra.

“Insya Allah, saya akan berusaha meneruskan jejak program yang sudah dirintis Bu Rani Pemata. Bahkan, tahun ini saya juga berniat ziarah bersama ke makam (alm) H Arman Effendy” ungkap Ketua DPC PARFI Garut, Hj Diah Kurniasari Rudy Gunawan.

Sekretaris DPD PARFI Jawa Barat, Jef Elvakoeswara, melalui telepon, bersiap membuktikan dukungannya atas pentradisian acara itu, dengan kehadirannya bersama perwakilan anggota PARFI Jabar ke Selaawi, Garut.

“Kami atas nama pengurus PARFI Jawa Barat merasa bangga, atas pergelaran trradisi peringatan Hari Film Nasional di Garut seperti itu” katanya. Bahkan, Jef menyampaikan ucapan salut dari DPP PARFI, karena kepedulian PARFI Garut terhadap para pendahulu PARFI yang sudah terlupakan orang.

“Baru PARFI Garut, yang masih mengenang dan menghormati perjuangan, serta jasa aktris film legendaris almarhumah Sofia WD, melalui momentum berskala nasional” tutur Jef Elvakoeswara. Seksi Humas DPC PARFI Garut, Pendi Famela mengemukakan, pihaknya akan mengundang beberapa artis film kenamaan seperti Roy Marten dan Nia Daniaty, yang tengah syuting film di Karangpawitan, Garut. “Kalau suasana dan kondisinya memungkinkan, besar harapan mereka bisa menyempatkan hadir ke Selaawi” tutur Pendi Famela.

Kawasan Selaawi, 35 km ke arah utara dari perkotaan Garut, merupakan daerah historis menggetirkan dalam kehidupan (alm) Hj Sofia WD, saat turut bergerilya bersama (alm) Kapten Edi Endang suami pertamanya. Tahun 1947, aktris film berpangkat Sersan mayor itu, dihadapkan dengan kenyataan nestapa. Suaminya sebagai komandan pasukan “Whirrkrys II” dalam Komando Keamanan Daerah (KKD) Priangan, terkabar tertangkap musuh pada peristiwa “Sabilillah” di Kampung Cibungur, Desa Samida, Kecamatan Limbangan, Garut.

Kapten Edi Endang gugur tanpa ditemukan jejak kubunya. 23 Oktober 1947. “Sepanjang hidup saya, saya tidak akan bisa melupakan peristiwa menggetirkan itu” begitu pernah dituturkan (alm) Sofia WD, mantan Ketua Umum PB PARFI (1971-1974).

Lokasi peristiwa itu, kini masuk dalam wilayah Kecamatan Selaawi. Setahun setelah tragedi itu, Sofia mulai bermain film “Air Mata Mengalir Di Sungai Tjitraroem” karya Rustam Palindih. Namanya lalu dikenal jadi Sofia Waldy, sejak menikah dengan sutradara (alm) S Waldy, hingga diperisteri aktor kampiun (alm) WD Mochtar, yang mengabadikan namanya jadi Sofia WD.

Sejak peringatan Hari Film Nasional 2010 di lokasi Tugu Juang Selaawi, PARFI Garu baru tahun ini menjadwalkan kembali kunjungan ke Selaawi, karena Rani Permata mengundurkan diri dari kepemimpinan organisasi profesi keartisan itu, berkait pengunduran Dicky Chandra dari Jabatan Wakil Bupati Garut. sekian lama kegiatan PARFI Garut pun surut.***Yodaz

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang