Gapura Garut ,- Pemerintah Kabupaten Garut segera menggelar hajat masal pelaksanaan  Pilkades serentak yang rencananya akan dilaksanakan Kamis 21 Mei 2015 mendatang. Terkait persiapan teknisnya hingga saat ini sudah mencapai 90 persen.
Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMPD) Kabupaten Garut mencatat, jumlah calon kades yang akan bertarung mencapai 843 orang, dengan rincian setiap desa terdapat dua hingga lima orang calon.
 
Kepala BPMPD Kabupaten Garut, Tedi, mengatakan ratusan calon kades itu memperebutkan 911.701 suara dengan perincian rata-rata 2.500 pemilih di setiap desa. Di luar dana untuk pelaksanaan pemungutan suara sebesar Rp4,9 miliar, pemerintah juga menganggarkan dana Rp1,9 miliar untuk pengamanan dan dana pendamping.
 
“Total dana yang dianggarkan pemerintah sebanyak Rp7 miliar. Rp4,9 miliar untuk pemungutan suara, sementara Rp1,9 miliar untuk pengamanan dan dana pendamping. Jika dihitung-hitung, seorang pemilih mendapat anggaran Rp5.000 di Pilkades ini,” katanya kemarin.
 
Meski total mencapai Rp7 miliar, Tedi mengaku dana ini masih minim. Alasannya, tidak semua kebutuhan pelaksanaan pemilihan dapat terakomodir.
 
“Seperti halnya dana makan dan minum untuk panitia serta keamanan. Oleh karena itulah, untuk menutupi kekurangan dana, pemerintah daerah meminta desa agar bisa mengeluarkan dana sendiri dari anggaran belanja desa,” jelasnya.
 
Tidak hanya itu, panitia pemilihan juga meminta bantuan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendapatkan bantuan bilik dan kotak suara. Sementara dana yang tersedia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan surat suara, tinta alat peraga kampanye dan honor panitia.
 
“Dana pemilihan di Garut ini termurah seIndonesia, daerah lain sudah mencapai Rp10 .000 untuk setiap pemilihnya,” imbuhnya.
 
Sementara itu, sebanyak 2.532 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades serentak di wilayah Garut. Para personel ini terdiri dari 1.600 anggota kepolisian dari enam Polres di wilayah Priangan Timur, TNI, dan Satpol PP.
 
“Aparat gabungan ini disiagakan dan ditempatkan di sejumlah titik untuk mengamankan kawasan vital yang dianggap rawan keamanan. Setiap TPS pun akan ikut dijaga,” kata Kapolres Garut AKBP Arif Rachman, usai pelaksanaa Apel Gelar Pasukan di Mapolres Garut.
 
Selain dari Polres Garut, tambah dia, personel kepolisian yang dikerahkan dari Polres lain ini terdiri dari Polres Bandung, Cimahi, Tasikmalaya, Ciamis, dan Polresta Tasikmalaya. Selain itu, pihaknya juga mendapat bantuan dari Satuan Brimob Polda Jabar.
 
“Pilkades di Garut dibagi ke dalam enam zona. Semua personel kepolisian disebar ke enam zona itu. Kategori zonanya ada yang masuk rawan satu dan rawan dua. Masing-masing zona kekuatannya satu kompi,” sebutnya.
 
Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan menyebut, dari total 216 desa, hanya 214 desa saja yang akan menyelenggarakan Pilkades. Menurut Rudy, dua desa diantaranya gugur karena tidak memenuhi syarat administrasi.
 
“Dua desa yang tidak ikut Pilkades serentak ini adalah Desa Sadang di wilayah Kecamatan Sucinaraja dan Desa Cimaragas di wilayah Kecamatan Pangatikan. Dua desa ini akan mengadakan Pilkades susulan pada 2016 mendatang,” tandasnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang