Gapura Bandung ,- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menduga naiknya angka kemiskinan di Jawa Barat sebesar 0,39 persen selama tahun 2015 diduga dipicu oleh beberapa persolan diantaranya adanya aturan pengetatan terhadap kucuran bantuan dana hibab.

Pemprov Jabar sepanjang tahun 2015 ini diakui Wagub Deddy banyak menemui kendala dalam penanggulangan kemiskinan, salah satu dintaranya saat setelah munculnya UU 23/2014, di mana terjadi pengetatan dalam pengeluaran dana bantuan hibah.

“dana hibah sejauh ini andalan utama dalam menanggulangi kemiskinan. Akibatnya, anggaran hibah cukup besar mengendap di APBD 2015. Anggaran tidak terserap secara optimal karena ada perubahan tentang masalah hibah. Ternyata benar angka kemiskinan bertambah, meningkat 0,39 persen untuk tahun 2015,”Kata Deddy, saat Rapat Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2015, Kamis (7/1/2015).

Deddy menambahkan, naiknya angka kemiskinan tersebut juga efek dari perlambatan ekonomi di tahun 2015, yang juga berpengaruh di semua daerah.

“Untuk Jawa Barat sendiri, persoalannya karena jumlah penduduk yang paling besar di Indonesia. Maka rapat evaluasi ini merupakan sarana untuk menyusun strategi agar ke depan, anggaran yang diemban pemerintah dapat terserap secara optimal,” Ungkapnya.

Sejauh ini lanjut Deddy Pemprov Jabar akan menguatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, sehingga  ada kesesuaian program kerja antara provinsi dan daerah, jangan sampai tumpang tindih.***TG

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com

Penginapan di Garut Pesan Sekarang