Suasana Pertemuan para Tokoh Eksfo Kota Banjar, foto Hermanto

Suasana Pertemuan para Tokoh Eksfo Kota Banjar, foto Hermanto

Gapura Kota Banjar , – Sejumlah anggota Eks Sekretariat Forum Peningkatan Status Kotif Banjar Menuju Daerah Otonom (Eksfo), kembali mengadakan pertemuan menindak lanjuti pertemuan sbelumnya di Pangandaran belum lama ini.

Pertemaun yang digagas para anggora Eksfo lanjutan tersebut digelar disalahsatu Cafe dikawasan Mergosari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, Senin (7/3/2016). Pertemuan membahas dan membentuk kembali Eksfo yang terangkum dalam Draft Akta Pendirian dan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Struktur kepengurusan Eksfo juga kembali dipilih dan dibentuk dengan Her Her Rohilin terpilih menjadi Ketua dibantu Dadang R Kalyubi, H Darsono, dan Ir Soedrajat. Sementara untuk jabatan Sekretaris dipegang oleh Sulyanati dan Hendi sebagai wakil sekretaris, serta  Bendahara Ujang Solihin dibantu Dadi Haryadi.

“Maksud dan tujuan sebuah organisasi merupakan hal yang paling utama, karena hal itu akan menjadi dasar visi dan misi yang tepat untuk menentukan langkah-langkah program kerja organisasi,”Kata Her Her Rohilin Ketua Eksfo terpilih kepada wartawan disela-sela acara berlangsung.

Menurut Her Her, membangun solidaritas sesama anggota Eksfo, merupakan maksud utama dalam pendirian perhimpunan ini. Sedangkan tujuan utamanya adalah mengembalikan dan meluruskan kembali cita-cita awal pendirian Kota Banjar.

“Mewujudkan wilayah pemerintahan otonom yang lebih baik dan mandiri adalah cita-cita awal pendirian kota Banjar. Jelas secara moral kami harus bertanggung jawab penuh, sebab kami merupakan bagian utama dari berdirinya kota Banjar. Sudah saatnya kami bangkit kembali, terutama menghadapi berbagai persoalan non produktif terhadap jalannya roda pembangunan Kota Banjar saat ini,”imbuhnya.

Her Her menambahkan kemandirian pemerintah otonom baru bisa terwujud dengan optimalnya dukungan dari berbagai unsur terhadap sektor-sektor pembangunan.

“Pembangunan wilayah, bukan hanya sebatas pembangunan infrastruktur saja, tetapi harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM), Norma, dan Budaya. Pembangunan infrastruktur Kota Banjar sudah lebih baik dibanding sebelumnya maupun dibandingkan dengan wilayah-wilayah pemerintahan lain sekelas Kota Banjar”, Paparnya

Namun Her Her menyayangkan sejauh ini masih kurang berimbang dengan unsur pembangunan lainnya. Dicontohkannya dengan sisi SDM dimana akhir periode ke 3 masa kepemimpinan pemerintah Kota Banjar, pejabat posisi-posisi strategis “asli urang Banjar” masih bisa dihitung dengan jari.

“Di sektor swasta, para pendatang dalam berbagai bentuk usahanya lebih dominan dibanding asli orang Banjar. Sementara yang tersandung persoalan hukum, cenderung prosentasinya lebih banyak asli orang Banjar, Ini jelas merupakan salah satu indikasi lemahnya pembangunan SDM di Kota Banjar”, Tegasnya.

Her Her juga mempertanyakan arah kebijakan pembangunan yang selama ini dibuat, jika implementasinya tidak tepat, tidak akan mencapai hasil pembangunan yang maksimal.

“Dampaknya, kemungkinan akan menuai berbagai macam masalah, apalagi bila arah kebijakan salah, ditambah implementasinya tidak sesuai, ya hancur lah,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Her Her menyampaikan Perhimpunan Eksfo diharapkan bisa menjadi mitra strategis dan sinergis untuk membedah serta meminimalisir permasalahan-permasalahan yang kontra produktif terhadap pembangunan dan cita-cita Kota Banjar.

“Melakukan hearing, konsolidasi dengan penyelenggara pemerintahan, baik di wilayah kota Banjar sendiri, wilayah pemerintahan tetangga, tingkat regional maupun pusat adalah salahsatu program kerja kami. Semoga dengan komunikasi setidaknya akan memberi banyak manfaat yang positif bagi kita semua’ kami pun menyadari, mempertahankan yang telah kita raih memang lebih sulit daripada meraihnya itu sendiri, dan saat ini kami tidak akan lagi jadi penonton,”pungkasnya.***Hermanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com