Gapura Garut , – Intensitas hujan yang  tinggi, membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Garut diimbau untuk mewaspadai terjadinya bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat telah terjadi sejumlah peristiwa bencana di sepanjang pekan lalu.  

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Zakaria mengatakan, bencana yang terjadi pada beberapa wilayah itu adalah longsor di Kecamatan Leuwigoong, banjir akibat luapan sungai di Kecamatan Cikelet dan Cigedug, hingga longsor serta jalan ambles di wilayah Kecamatan Pakenjeng. Longsor di Kecamatan Leuwigoong, kata Dadi, merusak lima rumah semi permanen milik warga Kampung Cilutung RT03 RW03, Desa Karanganyar, pada Jumat 25 Maret 2016 malam.

“Tiga rumah di Kampung Cilutung rusak berat akibat tertimpa longsor pukul 20.00 WIB, sementara dua lainnya rusak ringan. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa longsor tebing itu, semua penghuni rumah sudah diungsikan ke tempat aman,” jelas Dadi kemarin.

Menurut Dadi, longsor di Kecamatan Leuwigoong itu terjadi akibat guyuran hujan deras yang terus menerus terjadi sejak Jumat siang. Pihak BPBD, sambungnya, telah mengkoordinasikan penanganan pasca bencana itu ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Garut.

“Bantuan logistik yang diperlukan untuk warga yang mengungsi sudah dikoordinasikan ke dinas terkait agar ditindaklanjuti,” ujarnya.

Pada Jumat itu pula, bencana banjir terjadi di Kampung Cicadas, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet. Banjir di wilayah ini disebabkan oleh luapan Sungai Cicadas akibat hujan sejak pukul 14.00 WIB.

“Sebanyak 49 unit rumah warga di Kampung Cicadas terendam banjir setinggi 80-100 cm selama tiga jam, kemudian surut kembali. Kerugian lain dari banjir ini adalah terendamnya lahan pertanian padi dan palawija seluas tujuh hektare (ha). Nilai kerugiannya belum bisa dihitung,” katanya.

Masih di hari yang sama, bencana banjir lumpur terjadi di Kampung Negla RT04 RW02, Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug. Banjir lumpur yang juga terjadi akibat hujan deras ini tidak menimbulkan korban jiwa.

“Namun kejadian banjir lumpur tersebut merusak pagar rumah milik warga bernama Uus. Lumpur juga menutupi jalan kabupaten setebal 60 cm. Ketika itu, warga sekitar dibantu aparat desa membersihkan lumpur dengan peralatan manual seperti cangkul, sekop, dan lainnya,” ucapnya.

Berbeda dengan beberapa bencana lainnya yang berdampak ke permukiman warga, bencana longsor juga menimpa empat titik Jalan Raya Cikajang-Pameungpeuk, di Kampung Cihideung hingga Kampung Ciparay, Desa Keramatwangi, Kecamatan Cikajang, yang berlangsung pada Jumat malam dan Sabtu 26 Maret 2016 Pagi. Pihak Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, kata Dadi, telah menurunkan alat berat untuk mengatasi longsoran yang menutupi jalan.

“Bencana yang menimpa jalan ini sudah ditindaklanjuti oleh Dinas Binamarga Kabupaten Garut dan Provinsi. Masyarakat kami minta waspada saat melintasi jalur yang rawan longsor,” katanya.

Beberapa hari sebelumnya, yakni Rabu 23 Maret 2016, juga terjadi banjir yang melanda Kampung Panyingkiran RT01 RW08, Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug. Kepala Seksi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Garut TB Agus Sofyan mengatakan, bencana banjir di kawasan ini menimbulkan korban jiwa.

“Korban bernama Tati bin Uki (35), warga Kampung Panyingkiran. Korban terseret arus banjir Sungai Cicigula yang mengarah ke Sungai Cimanuk. Hingga kini korban belum ditemukan,” ucap Agus.

Kronologi peristiwa itu terjadi saat korban membawa satu karung kentang saat menyebrangi Sungai Cicigula. Ketika berada di atas jembatan yang terbuat dari bambu, korban tergelincir dan jatuh ke dalam air.

“Sudah dilakukan pencarian namun belum berhasil. Diduga kuat korban terbawa arus hingga Sungai Cimanuk. Hingga saat ini, kami melakukan pencarian di Sungai Cimanuk ke wilayah Kabuapten Sumedang. Kemungkinan korban telah terbawa jauh karena kejadiannya pada Rabu minggu lalu,” tukasnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang