pdip-berstrategi-memenangkan-pemilu-dengan-mengumumkan-kabinet-bayangannya-_140302030522-625-300x178 SOSIAL POLITIK  Koalisi Partai Kota Tasik Mulai Goyah, PDIP Ditinggal PKB

Gambar ilustrasi

Gapura Kota Tasikmalaya ,- Jelang penyerahan pasangan bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota pada Pilkada serentak di Kota Tasikmalaya, peta politik makin panas dengan manuver-manuver yang dimainkan sejumlah elit partai atasnama SK DPP dan sejenisnya.

Sebelumnya bangunan koalisi yang telah dijalain sejak awal kini kembali mentah bahkan berantakan karena ditinggal mitra kolaisinya. Sebut saja di Koalisi Umat kini hanya tinggal dua parpol PBB dan PAN sepeninggalan Nasdem yang hengkang mendukung petahana Budi Budiman-Muhammad Yusuf.

Kini Kolaisi Juara juga mendadak dihempas prahara setelah PKB yang sejak dini bersepakat mebuat MoU bersama PDIP akhitnya hengkang memilih berlabuh di kubu petahana Budi-Yusuf.

Keluarnya SK DPP PKB yang mengusung petahana Budi Budiman-Muhamad Yusuf, sontak menuai reaksi dari PDI Perjuangan mantan mitra koalisinya. PDIP merasa telah dikhianati PKB karena tidak konsisten dan komitmen pada perjanjian yang disepakati sebelumnya.

Kepler Sianturi, Sekretaris DPC PDIP Kota Tasikmalaya menyatakan jika pihaknya benar-benar merasa dikhianati mitra kaoalisinya tersebut.

“Kami merasa dikhianati. Padahal sudah ada MoU sebelunya,” kata Kepler kepada wartawan

Menurutnya antara  PKB dan PDIP telah melakukan MoU sebelum melaksanakan deklarasi Koalisi Juara. Salah satu butir dalam perjanjian tersebut, PKB akan mendukung serta mengusung Bakal Calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Tasikmalaya kepada Ketua DPC PDIP Denny Romdoni.

“Pokoknya kami merasa dizalimi. Padahal perjanjian itu disaksikan ulama besar PKB yang juga turut menandatangani,” Tegas Kepler.***TGM

 

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang