IMG-20170803-WA0006 SOSIAL POLITIK  Menuju Pasar Wisata Regional, Pokdarwis Banjar Gandeng JTI

Gapura Kota Banjar , – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Patroman Jaya Kota Banjar,  menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan OPD terkait untuk menggali potensi pariwisata di Kota Banjar. 

Acara yang digelar di Disperindagkop Kota Banjar ini dihadiri oleh perwakilan OPD yakni dari Bappeda, Dispora, Disdik dan Kebudayaan serta DisKUMKM dan Perdagangan Kota Banjar, juga dihadiri utusan dari Java Travel Indonesia. 

Dalam diskusi tersebut, Pokdarwis membahas tentang potensi wisata baik wisata alami ataupun buatan. Hasilnya, ternyata potensi-potensi wisata banyak yang harus dikembangkan di Kota Banjar, baik ditinjau dari Sumber daya alam dan Sumber Daya manusianya. 

Lantaran sumber daya alam di Kota Banjar sangat terbatas, maka dalam pembahasan tersebut fokus kepada pengembangan pariwisata yang diprioritaskan pada Sumber daya manusia (wisata buatan).

Ketua Pokdarwis Kota Banjar, Muhammad Ubaedillah mengatakan dari segi budaya ataupun dari kacamata industri hal tersebut dapat menghasilkan sumber ekonomi bagi masyarakat Kota Banjar, khususnya di bidang pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif. 

“Tentunya dengan bermunculannya pelaku seni baik tradisional ataupun modern, sebetulnya dapat dipadukan menjadi satu   seni yang unik dan tentunya bisa menarik bagi para wisatawan baik nasional ataupun mancanegara. Karena para wisatawan biasanya melirik hiburan yang unik serta menarik yang tidak ada didaerah mereka,” ujarnya.

Ubed menambahkan, dengan adanya rencana pembangunan Tol Bandung – Banjar, menurutnya itu suatu peluang bagi masyarakat Kota Banjar. Hal ini karena pintu masuk dan keluarnya kendaraan ada di Kota Banjar. 

“Itu menjadi peluang bagi kota Banjar untuk bisa menyajikan sesuatu yang unik dan menarik ketika orang beristirahat di kota Banjar,” katanya.

Masih kata Ubed, dalam hal ini masyarakat kota Banjar harus berbenah diri dan mempersiapkan diri sebelum pembangunan jalan tol tersebut dibangun. 

“Dengan perencanaan yang matang dan SDM yang siap, tentunya Kota Banjar bisa siap menghadapi dampak dari pembangunan jalan tol tersebut,” tuturnya.

Untuk itulah, Kata Ubed, Kelompok Sadar Wisata Patroman Jaya berinisiatif mengajak seluruh element masyarakat dengan dukungan dari pemerintah Kota Banjar untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di kota Banjar.

“Manfaatnya pun tentunya nanti akan dirasakan oleh masyarakat Kota Banjar itu sendiri, terutama dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Kasi Destinasi Pariwisata Dispora Kota Banjar, Isep menyetujui apa yang akan dilakukan Pokdarwis. Namun ini menurutnya sangatlah tidak mudah untuk mensinergikan pengembangan pariwisata, karena dalam hal ini kultur unik yang ada di Kota Banjar majemuk. 

“Saya apresiasi langkah Pokdarwis, namun itu menjadi suatu tantangan kedepan yang harus dilalui oleh Pokdarwis Patroman Jaya untuk bisa melaksanakan program tersebut,” kata Isep.

Isep menambahkan, dalam hal ini ia pun mengajak stakeholder untuk bersama sama berpikir bagaimana cara mengelola dan mengembangkan potensi pariwisata Kota Banjar supaya bisa diminati oleh wisatawan.

“Destinasi yang sudah tercatat baru ada dua di Kota Banjar, yakni Situ Mustika dan Banjar Waterpark. Namun nasib destinasi ini masih perlu adanya inovasi baru untuk lebih dikemas agar lebih menarik wisatawan,” imbuhnya.

Untuk itu, lanjut Isep, perlu adanya sinergi dari berbagai pihak yang terkait untuk bersama sama mengangkat potensi-potensi wisata, baik yang sudah ada atau yang belum. Hal ini supaya untuk lebih bisa diangkat dan dikemas menjadi sebuah daya tarik tersendiri.

“Kota Banjar sampai saat ini belum punya brand icon, meski baru punya dua tempat destinasi wisata, namun kini potensi-potensi tempat wisata mulai bermunculan seperti Situ Leutik, Lembah Pajamben, Swafoto Batu Peti, Taman Bermain Situ Leutik, dan Babakan Hills. Tidak hanya dari objek wisata alam saja, Banjar pun harus punya makanan khas, hotel berbintang dan lain-lain, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Kota Banjar akan merasa betah,” terangnya.

Sementara itu, Manager Java Travel Indonesia, Reza mengatakan, pihak Java Travel siap membantu Pemkot Banjar dan Pokdarwis Patroman jaya untuk bisa mempromosikan Kota Banjar, baik di bidang pariwisata, UMKM dan produk Unggulan Kota Banjar.

“Masih banyak yang harus dibenahi dalam pengembangan ini dan kami pun berharap ada kerjasama antar daerah antara Java Travel dan pokdarwis patroman jaya. Hal tersebut tentunya bisa saling menguntungkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Java travel juga siap membantu bukan hanya dari produk saja, tapi pada bidang jasa seperti contoh jasa hiburan. 

“Apabila ada tamu mancanegara ataupun lokal maka bisa disuguhkan hiburan yang menarik, seperti contoh ada pagelaran”Nini Bogem”. Hal tersebut tentunya menarik bagi para wisatawan,” imbuhnya.

Selain itu, kata Reza, Java Travel pun akan memajukan UKM-UKM yang ada di seluruh Indonesia termasuk Kota Banjar. Dengan motto “Pakailah Produk-produk Indonesia”, untuk itu dengan memakai berarti mencintai produk Indonesia.

” Coba kita nerbuat dari hal terkecil dalam mempromosikan sebuah daerah, seperti membuat kaos dengan bertuliskan objek wisata di daerah tersebut atau icon-icon, atau jargon dan yang lainnya yang bisa terbaca oleh seluruh masyarakat. Nah dari sekecil itu sama saja kita sudah mempromosikan daerah masing-masing,” katanya.

Untuk kedepannya, Java Travel Indonesia akan siap membantu Kota Banjar melalui Pokdarwis Patroman Jaya dalam hal mempromosikan Kota Banjar.***Hermanto

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang