c08b5d0b-c27a-4739-a017-792cc3c286c3-300x225 SOSIAL POLITIK  Babinsa Dituding Sebar Berita Hoax, Ini Penyataan Resmi Pendam III Siliwangi

Kolonel Arh Desi Ariyanto
Kapendam III/Siliwangi, foto Istimewa

Gapura Bandung ,- Kepala Penerangan Daerah Militer  (Kapendam) III Siliwangi Kolonel Arh Desi Ariyanto menegaskan dalam rilisnya bahwa beredarnya sejumlah informasi melalui artikel diberbagai media online yang menyebutkan adanya tuduhan Babinsa yang berdinas di Bandung (Kodam III/Siliwangi) terlibat dalam penyebaran berita hoax sebagai berita bohong atau Hoax.

Kapendam Kolonel Arh Desi Ariyanto menyampaikan tanggapan resmi institusinya di Kodam III Siliwangi guna mengklarifikasi tudingan tersebut sekaligus sebagai hak jawab untuk meluruskan informasi bohong ditengah tengah masyarakat yang dinilai akan merugikan institusi TNI.

Dalam rilisnya Kapendam menyatakan TIDAK BENAR ada Babinsa Kodam III/Siliwangi yang ikut terlibat dalam penyebaran berita hoax terkait penyerangan ulama yang terjadi beberapa waktu yang lalu, Hal itu dapat dilihat dari :

a. Klarifikasi yang telah dikeluarkan oleh Brigjen Pol. M. Iqbal Karopenhumas Mabes Polri bahwa Divisi Humas Mabes Polri tidak pernah mengeluarkan statemen berita yang menuduh Babinsa sebagai dalang penyebaran hoax, namun ada beberapa pihak media yang mencoba mengangkat berita tersebut dengan judul berita yang sifatnya menyudutkan intitusi TNI AD dalam hal ini Babinsa yang berdina di Bandung (Kodam Siliwangi).

b. Klarifikasi Sdr. Wawan Setia Permana yang telah selesai menjalani pemeriksaan dari Mabes Polri dan berhasil dihubungi oleh Kodam III/Siliwangi yang menyatakan bahwa Sdr. Wawan Setia Permana sama sekali tidak pernah menerima pertanyaan dan memberikan keterangan terkait adanya keterlibatan Babinsa dalam penyebaran berita hoax penyerangan para ulama.

2. Kodam III/Siliwangi akan selalu konsisten dalam menegakkan aturan dan hukum yang berlaku, serta tidak akan pernah menutup – nutupi bila memang ada prajurit dan pns kodam iii/siliwangi yang melakukan pelanggaran hukum. Siapapun prajurit yang bersalah harus siap menerima sangsi hukum tanpa ada pengecualian

3. Terkait tersebarnya berita di Whats App yang menjelaskan kronologi, fakta-fakta, analisa dan kesimpulan tentang Babinsa yang menyebar Hoax, kami pastikan juga bahwa berita tersebut BUKAN BUATAN DAN BERASAL DARI INSTITUSI KODAM III/SILIWANGI. Kami tegaskan pula bahwa tulisan yang ada dalam berita tersebut adalah TIDAK BENAR alias HOAX dan ditulis serta disebarkan oleh Oknum yang Tidak Bertanggung Jawab.

Dengan berdasarkan 2 klarifikasi tersebut, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Brigjen Pol. M. Iqbal Karopen Humas Mabes Polri serta Sdr. Wawan yang telah bersedia memberikan klarifikasi kepada Kodam III/Siliwangi maupun kepada Media.

Kapendam III Siliwangi juga meminta rekan – rekan media yang telah memberitakan tentang hal diatas untuk dengan bijaksana tidak lagi memuat berita yang bersifat Hoax dan sekaligus memuat klarifikasi resmi yang dikeluarkan pihaknya.

“ini, dalam rangka mencegah timbulnya kegaduhan yang tidak bermanfaat di masyarakat, serta untuk terus menjaga SOLIDITAS serta SINERGITAS TNI – POLRI yang saat ini SEMAKIN KOKOH DAN KUAT, hanya untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.”pungkas Kapendam III Siliwangi dalam rilsinya tersebut.***TGM

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang