Gapura Garut ,- Harga beras ketan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tembus Rp14.000 per kg. Dari informasi yang dihimpun, kenaikan harga beras ketan ini merupakan dampak dari gagalnya panen para petani ketan di Kabupaten Subang.

Kepala Sub Bagian TU UPTD Pasar Guntur Ciawitali Garut Ahmad Wahyudin mengatakan, kenaikan harga beras ketan di tingkat eceran ini telah berlangsung selama sepekan lebih. Sebelumnya, harga beras ketan per kg adalah Rp11.000.

“Beras ketan di pasaran Kabupaten Garut sebagian besar dipasok dari Subang, karena kualitasnya paling bagus. Nah infonya di Subang terjadi gagal panen karena hujan yang terus menerus membuat lahan pertanian beras ketan rusak, makanya harga beras ketan naik,” kata Ahmad, Kamis (25/2/2016).

Menurut Ahmad, kenaikan harga beras ketan ini bersamaan dengan naiknya harga gula pasir. Di tingkat grosir Pasar Guntur, harga gula pasir mencapai Rp12.500 per kg.

“Sementara di eceran dijual Rp13.000 per kg. Sebelum naik, gula pasir per kg paling bisa didapat dengan harga Rp10.500 per kg,” ucapnya.

Pasokan gula pasir di Kabupaten Garut selama ini berasal dari Cirebon. Menurut Ahmad, kenaikan harga gula pasir disebabkan oleh terhambatnya distribusi.

“Pasokan gula pasir dari Cirebon beberapa hari terakhir katanya terganggu. Jalanan macet dan banjir. Akibatnya stok terbatas,” ujarnya.

Setiap bulannya, permintaan komoditas gula pasir dan beras ketan di Kabupaten Garut cukup tinggi. Dua komoditas ini merupakan sumber bahan baku utama para pengrajin atau pelaku usaha makanan seperti Dodol Garut, manisan, dan lainnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Buat Kemasan Secara Online di Kemasaja.com