Gapura Garut ,-  Kepala Gudang Bulog Garut Dimas Farghan menyebutkan  pihaknya telah mendistribusikan gula putih mencapai 60 ton.  Sebelumnya Bulok menyetok gula pasir pada bulan Juli 2016 lalu, dengan tonase sebanyak 110 ton. Pasokan gula tersebut diperoleh Bulog dari kawasan Jati Tujuh Cirebon.

“Pengadaannya dilakukan langsung oleh Divre Jawa Barat, lalu gula pasir distok di gudang kami untuk selanjutnya disalurkan ke masyarakat,” Kata Dimas, saat ditemui wartawan, Senin (15/8/2016).

Dimas menjelasakan harga gula pasir yang  dapat ditebus oleh masyarakat dari gudang Bulog dengan harga Rp 12.100 per kgnya.

“Harga ini tergolong murah, karena tujuan dari penyaluran langsung kepada masyarakat sendiri adalah agar gula pasir sebagai salah satu bahan makanan pokok dapat dijangkau”, Ungkapnya

Menurut Dimas harga pasaran gula merah saat ini seringkali tidak stabil sehingga cukup mereporkan masyarakat disaat harga dipasaran cenderung tinggi.

“Harga gula kerap tidak stabil dipasaran dan harganya cenderung tinggi,” ucapnya.

Mekanisme penyaluran ke masyarakat, diakui Dimas, dilakukan setelah ada permintaan terlebih dahulu dari pihak pemerintah desa. Mekanisme ini berbeda dengan penyaluran beras untuk warga miskin (Raskin).

“Kalau raskin itu sudah ada SPA (Surat Perintah Alokasi), jadi jelas untuk setiap desa di Kabupaten Garut ada jatahnya sesuai kebutuhan. Sementara gula, ini sifatnya baru disalurkan jika ada permintaan dari pemerintah desa setempat. Setelah ada permintaan atau pengajuan, baru diberikan ke masyarakat,” jelas Dimas.

Dalam kurun waktu antara Juli-Agustus, lanjut Dimas permintaan terhadap gula pasir diwilayah Kabupaten Garut  datang dari sejumlah desa dari Kecamatan Limbangan dan Samarang.

“Permintaannya bervariasi, dengan total yang sudah didistribusikan keluar sebanyak 60 ton. Saat ini tinggal 50 ton stok gula yang ada di gudang kami,” Tandasnya.

Sementara itu mengenai stok beras raskin, Gudang Bulog Garut memastikan ketersedian beras murah itu masih aman hingga Desember 2016 mendatang.

“Jumlah stok beras di gudang Bulog saat ini ada sekitar 9.000 ton lebih. Sementara kebutuhan raskin untuk Kabupaten Garut dalam setiap bulannya sendiri ada sebanyak 2.700 ton. Saat ini stok aman,” terangnya.

Menurut dia, pemenuhan stok beras saat ini cukup aman karena musim panen di masyarakat masih terjadi. Pemerintah, kata Dimas, menyerap atau membeli beras dari petani dengan harga Rp7.300 per kg.

“Sementara saat dijual ke masyarakat miskin, beras raskin hanya ditebus Rp1.600 per kg,”Tandasnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang