1409739186615973968-300x201 USAHA & PRODUK  Pengguna Premium Mulai Menurut, Trend Warga Beralih ke Pertalite dan Pertamax

gambar ilustrasi

Gapura Garut ,- Penggunaan Bahan Bakar Khusus (BBK) seperti Pertalite dan Pertamax series di Kabupaten Garut kini mengalami peningkatan cukup signifikan setelah pola konsumsi warga masyarakat setempat mengalami peralihan dari bahan bakar jenis premium yang sebelumnya banyak dikonsumsi.

Menurut Sobur Kuswandar, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kabupaten Garut, dari total 23 SPBU yang ada diwilayah Kabupaten Garut, sebagian di antaranya telah mengurangi beberapa nozzle Premium ke BBK.

“Masyarakat kini mulai memilih bahan bakar yang memiliki research octane number (RON) lebih tinggi di atas Premium. Penjualan Premium tetap ada dan masih berlangsung, contohnya untuk SPBU yang berada di jalur armada angkutan kota,” Sebut Sobur, Kamis (15/9/2016).

Berbicara soal bahan bakar khusus, lanjut Sobur seperti misalnya Pertalite, sangat  tergantung dari SPBU-nya.

“Kalau dilihat dari persentase, penggantian nozzle Premium ke BBK itu sudah sekitar 50 persen, artinya nozzle Premium 50 persen, dan 50 persen sisanya untuk BBK seperti Pertalite dan berbagai jenis Pertamax,”Ungkapnya.

Adanya perbedaan harga antara BBM jenis premium  bila dibandingkan dengan BBK jenis Pertalite yang hanya terpaut Rp350 per liter  membuat warga mengalihkan pilihannya karena dianggap memiliki nilai lebih saat digunakan untuk kendaraan mereka.

“Di sejumlah SPBU, antrean sepeda motor yang mengisi Pertalite cukup banyak ketimbang Premium. Meski lebih mahal Rp350 per liter, Pertalite ini lebih irit bila dibandingkan dengan Premium, dan lagi tarikan kendaraan jadi kencang, mungkin ini alasan masyarakat beralih dari Premium,” Tuturnya.

Sejauh ini kata Sobur, para pengusaha SPBU juga lebih bersemangat untuk menjual Pertalite dari pada Premium, dengan alasan karena margin keuntungan yang ditawarkan oleh Pertamina lebih tinggi bila dibandingkan dengan menjual Premium biasa.

Sementara itu, Dicky Septriadi, Communication & Relations PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, memastikan penjualan Premium tetap dilakukan. Kepastian tersebut diambil di tengah-tengah meningkatnya konsumsi penggunaan BBK, khususnya pertalite di masyarakat.

“Naiknya penjualan Pertalite bukan berarti telah terjadi pengurangan terhadap bahan bakar Premium. Kami tetap menyediakan dan menjual Premium karena demand-nya masih ada,” kata Dicky saat dikonfirmasi.

Menurutnya  PT Pertamina berkomitmen untuk mengikuti tren pasar. Apalagi, lanjutnya, saat ini masyarakat telah teredukasi mengenai produk bahan bakar yang lebih cocok untuk digunakan.

“Memang peningkatan penjualan Pertalite bila dibandingkan dengan Premium cukup signifikan. Sebagai contoh, di Jawa Barat bagian barat saja peningkatannya mencapai 35 persen,” imbuhnya.

Di wilayah Priangan Timur, sebut Dicky, penjualan BBM jenis Premium tampak mengalami penurunan. Berdasarkan data sales dalam periode Maret-September 2016 penjualan premium merosot tajam.

“Drastisnya penurunan penjualan sangat terasa antara Juli dan Agustus, yakni di atas 50 persen. Pada Juli, penjualan Premium sebanyak 1.030 Kilo Liter (KL), sementara Agustus menyusut menjadi 559 KL,” Tandasnya.***Bro

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang