Gapura Garut, – Salah seorang pengusaha nasional yang juga peserta konvensi bakal calon Bupati Garut dari Partai Demokrat, Irfan R Faza mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut dan para pelaku usaha dari kalangan pesantren, untuk mengembangkan usaha berbasis ekonomi syariah keumatan.

“Bahkan saya juga ingin mengajak para pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Garut membuka peluang dan lapangan kerja bagi warga Garut,” ujar dia, Selasa, 9 Mei 2017.

Menurut Irvan, kabupaten Garut memiliki segudang potensi lokal untuk dikembangkan, mulai laut, darat, sehingga sudah saatnya warga Garut menikmati potensi yang begiti besar tersebut.

Untuk mewujudkan itu, ia mengajak pelaku usaha untuk menginventarisasi potensi Garut yang memiliki nilai jual tinggi, untuk selanjutnya dijual dengan nilai lebih tinggi dari pasar tradisional. “Saya siap membantu dari mulai aspek pemasaran hingga mengemas sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Salah satu pola atau metode yang akan ditawarkan yakni mengoptimalkan jual beli barang melalui media online. “Tinggal bapak-bapak jual di situs dagang online nanti pembelinya akan mencari sendiri,” kata dia dengam antusias.

Namun upaya itu tidaklah mudah, Irvan mengakui persoalan modal kerap menjadi ganjalan yang dihadapi pelaku usaha Garut yang mayoritas pelaku UMKM kecil menengah untuk berkembangnya, sehingga ia punya kewajiban untuk membantunya, termasuk aspek pemasaran dan permodalannya. “Mari bergabung dengan kami untuk kemajuan bersama,” kata dia.

Untuk itu, Ia yang telah malang melintang di kancah ekonomi nasional, siap bersinergi dengan sejumlah bank milik pemerintah untuk menyalurkan bantuan permodalan usaha. 

“Khususnya  para pelaku usaha yang tidak memiliki permodalan tetapi memiliki niat dan kemauan serta potensi untuk mengembangkan usahanya,” papar dia.

Namun rencana ekonomi keumatan yang ditawarkan Irvan dianggap kurang pas untuk lingkungan pesantren. KH Asep Kholik, pengasuh salah satu pesantren di daerah Cisompet menilai, rencana usaha yang ditawarkan salah satu calon bakal Bupati Garut itu tidak ada bedanya dengan pola usaha konvensional.

“Kurang nyambung jika dikatakan syari’i sebab dia tidak bermodal dan hanya mengambil keuntungan dari produk yang dijual dari masyarakat,” ujarnya.

Asep menambahkan tawaran ekonomi syariah yang disampaikan Irvan hanya menyerupai pola usaha online yang ada tanpa terobosan hal baru. “Apalagi yang datang mayoritas kiai dan ajengan sepuh, saya kira mereka belum melek internet,” ujarnya.***JSN

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Penginapan di Garut Pesan Sekarang